Ramadan

Pengalaman Ramadan di Tanah Suci Sangat Membekas di Hati Mahfud MD

Pengalaman menjalani Ramadan di Tanah Suci Makkah sangat membekas di hati Mahfud MD.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/ReasahAlharmain
Pengalaman menjalani Ramadan di Tanah Suci Makkah sangat membekas di hati Mahfud MD. Keterangan foto: Suasana Tawaf pada fase 1 pemulihan ibadah umrah. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Mahfud MD pernah menjalani Ramadan di Tanah Suci Makkah dan Madinah beberapa tahun lalu, dan pengalaman itu sangat membekasi di hati.

Sampai sekarang, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan di Kabinet Indonesia Maju itu tak bisa melupakan pengalamannya berpuasa Ramadan di tanah suci Makkah dan Madinah.

Menurut Mahfud, suasana berpuasa Ramadan di Makkah dan Madinah berbeda sekali dengan di Indonesia.

Di Makkah, kata Mahfud, setiap sore banyak sekali orang mau bersedekah.

Mereka bahkan sampai menarik-narik orang yang mau salat, untuk salat di dekatnya agar mudah diberikan sedekah.

"Kamu nanti duduk di sini, sudah disediakan. Nanti ada orang lain lagi. Ini yang mau bersedekah, syekh ini, syekh itu. Rebutan mau memberi. Itu sangat berkesan," kata Mahfud pada Rabu (21/4/2021).

Padahal, kata Mahfud, yang disedekahkan hanya makanan berbuka puasa yang biasa saja, misalnya kurma.

Namun antusiasme dalam memberi sedekah itulah yang memberikan kesan tersendiri bagi Mahfud.

"Orang sangat antusias agar ada orang yang makan dari yang dia sediakan. Bagi saya itu berkesan, betapa indahnya keinginan orang untuk bersedekah, dan ditanggapi dengan baik oleh manusia di seluruh dunia," kata Mahfud.

Kolak

Bicara soal buka puasa, ternyata Mahfud MD termasuk yang senang menyantap kolak saat berbuka puasa.

Namun menteri kelahiran Sampang, Madura ini mengaku tak memiliki menu favorit stantapan buka puasa.

"Saya tidak ada menu favorit ya, tapi yang biasa, yang konvensional, atau tradisional. Kalau puasa, ya kolak. Setiap hari ada kolak, saya suka juga. Kalau masakan saya berubah-ubah. Makanan tidak ada yang favorit," katanya.

Meski begitu, suami dari Zaizatoen Nihajati ini selalu punya permintaan khusus kepada istrinya setiap Ramadan, yakni menu masakan jangan sama dari waktu ke waktu.

Misalnya saja, kata Mahfud, makanan sahur hari ini berbeda dengan makanan berbuka puasa hari ini, atau makanan berbuka puasa hari ini sama dengan makanan sahur esok hari.

Secukupnya

"Oleh sebab itu saya sering minta kepada istri, kalau masak buka yang secukupnya saja untuk buka. Sahur nanti buat yang sahur. Jangan yang buka masih ada sisa nanti dimasak lagi, dipanasi saat sahur. Saya tidak begitu menikmati itu," katanya.

Namun demikian, kata dia, bukan berarti itu bentuk pemborosan karena makanan dimasak, baik untuk berbuka puasa maupun sahur, hanya secukupnya.

"Kan buatnya juga pas-pasan saja. Untuk keperluan makan buka seberapa, dan untuk sahur buat lagi seberapa," kata Mahfud.

Hikmah

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved