Wisata Jakarta

Masjid Ramlie Musofa: Bukan Sekadar "Taj Mahal" di Jakarta

Masjid Ramlie Musofa ini sangat mirip dengan monumen Taj Mahal di India. Ramli Rasidin yang mendirikan masjid ini memang terinspirasi dari sana.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Tribunnews/Rizki Sandi Saputra
Masjid Ramlie Musofa ini sangat mirip dengan monumen Taj Mahal di India. Ramli Rasidin yang mendirikan masjid ini memang terinspirasi dari Taj Mahal yang terkenal sebagai simbol cinta. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Bukan hanya masjid kuno yang menarik disambangi saat liburan di Jakarta, karena ada masjid-masjid baru dengan arsitektur ciamik yang sayang bila dilewatkan.

Salah satunya adalah Masjid Ramlie Musofa, di Jalan Danau Sunter Raya Selatan, Kecamatan Tangjungpriok, Jakarta Utara.

Tidak sulit menemukan masjid berusia 5 tahun ini, sebab bangunannya tampil jauh berbeda dari bangunan-bangunan di sekitarnya.

Masjid Ramlie Musofa terletak di Jalan Danau Sunter Selatan Raya, tepat di seberang Danau Sunter.
Masjid Ramlie Musofa terletak di Jalan Danau Sunter Selatan Raya, tepat di seberang Danau Sunter. (Tribunnews/Rizki Sandi Saputra)

Bila melihat ada bangunan putih seperti monumen Taj Mahal di India, itulah Masjid Ramlie Musofa. Maka tak mengherankan bila masjid ini memiliki julukan Taj Mahal mini.

Masjid yang berdiri tepat di seberang Danau Sunter ini kerap menjadi perhatian setiap masyarakat yang melintas Jalan Danau Sunter Raya Selatan.

Tidak hanya bangunannya yang menarik perhatian masyarakat, tetapi juga ukiran Surat Al-Fatihah di dinding gerbang masjid ini, dan Surat Al-Qariah di dinding balustrade.

Pertama, ukiran itu berwarna emas di atas dinding marmer warna hitam, sehingga terlihat mewah sekaligus mencolok.

Dan yang kedua, selain tertulis dalam huruf Arab, surat itu diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dan Bahasa Mandarin.

Lalu tempat wudhu di masjid ini juga istimewa, karena mirip dengan toilet Masjid Nabawi di kota Madinah. Kalau begitu, mari kita membahas keistimewaan masjid ini.

1. Taj Mahal

Menurut Sofian Rasidin selaku Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Ramlie Musofa, monumen di kota Agra itu memang menjadi inspirasi bangunan masjid ini.

Mendiang ayahnya, Ramli Rasidin, ingin membangun masjid untuk menunjukkan cintanya kepada Allah SWT, kepada agama Islam, dan kepada keluarga.

Kemudian dia mendengar kisah monumen Taj Mahal, yang merupakan wujud cinta Shah Jahan kepada istrinya, Mumtaj Mahal, yang meninggal dunia saat melahirkan.

Taj Mahal itu sebenarnya mausoleum, atau bangunan makam, namun dibangun dengan sangat cantik dan detail sehingga membutuhkan waktu 11 tahun untuk menyelesaikan bangunan utama.

Sebagaimana dilansir Wikipedia, dibutuhkan waktu 10 tahun lagi untuk menyelesaikan semua bangunan dan taman di kompleks Taj Mahal ini pada tahun 1653.

Total biaya yang keluar jika dihitung dengan nilai saat ini sekitar Rp 138,8 triliun.

Karena itulah saat ini Taj Mahal kerap disebut sebagai monumen cinta, karena tak mungkin kalau tidak cinta mendirikan mausoleum secantik dan semahal itu.

"Ini terinspirasi dari Taj Mahal, alhmarhum berharap masjid ini sebagai lambang cintanya kepada Allah SWT, lambang cintanya kepada Islam, lambang cinta almarhum kepada keluarga," kata Sofian, yang merupakan anak kedua Ramli Rasidin.

Bila dilihat sepintas, Masjid Ramlie Musofa ini memang mirip Taj Mahal, terutama warnanya yang putih, fasad, balkon di lantai dua, semacam pendopo kecil di atap lantai dua dengan kubah gaya Mughal, sampai menara-menara kecil di setiap sudut bangunan.

Taj Mahal sendiri memiliki langgam Persia dan Asia Tengah, yang memang nenek moyang Kesultanan Mughal.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved