Umrah

Berangkat Umrah Dulu Bayar Belakangan Bukan Mimpi lagi dengan Model Pembiayaan Amitra

Kini masyarakat bisa berangkat ibadah umrah dulu, lalu mencicil biayanya setelah pulang, lewat skema pembiayaan ayariah dari Amitra.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/ReasahAlharmain
Kini masyarakat bisa berangkat ibadah umrah dulu, lalu mencicil biayanya setelah pulang, lewat skema pembiayaan ayariah dari Amitra. Keterangan foto:Suasana ibadah umrah pada fase 1 pemulihan ibadah umrah. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Berkunjung dan melihat Baitullah adalah impian Muslimin dan Muslimat di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Paling afdol memang berkunjung ke sana sambil menunaikan Ibadah Haji. Namun karena antrean berhaji sangat panjang, maka ibadah umrah menjadi alternatifnya.

Meskipun biaya berumrah lebih murah dari berhaji, namun bagi kebanyakan masyarakat Indonesia nilainya juga tidak kecil. Perlu menabung dulu dalam waktu yang cukup panjang.

Bagaimana bila ada yang manawari berangkat umrah dulu, bayarnya belakangan?

Memang terdengar seperti mustahil, namun ternyata ada perusahaan jasa pembiayaan yang punya program ini, yakni PT Sharia Multifinance Astra (SMA).

Lewat produknya yang bernama Amitra, SMA ingin membantu masyarakat kelompok menengah ke bawah agar bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci.

Bagian dari FIF

SMA sendiri adalah unit usaha pembiayaan dengan sistem syariah dari FIFGroup, yang salama ini merupakan salah satu perusahaan pembiayaan terkemuka di Indonesia.

Presiden Direktur PT Sharia Multifinance Astra (SMA), Inung Widi Setiadji, mengatakan bahwa bisnis keuangan syariah sebenarnya sudah digeluti FIF sejak tahun 2005, melalui Unit Usaha Syariah (UUS) FIFGroup.

Ketika itu FIF menyediakan layanan cicilan pembelian motor berbasis syariah kepada masyarakat, yang hendak membeli motor Honda.

Sampai sekarang layanan syariah sepeda motor Honda FIFGROUP masih dilakukan melalui UUS tadi.

Dengan perkembangan layanan syariah ini, dan seiring dengan arahan pemerintah, melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK), agar layanan UUS dalam perusahaan pembiayaan melakukan spin off.

Maka pada tahun 2019 OJK mengeluarkan izin kepada PT Sharia Multifinance Astra, untuk beroperasi dengan produk utama pembiayaan umrah dan haji.

Jadi mirip seperti pembiayaan pembelian kendaraan, nasabah Amitra bisa pergi berhaji dan umrah dulu, lalu membayarnya dengan cara mencicil.

Hal ini berbeda dengan sistem cicilan umrah pada umumnya.

Program cicilan umrah itu sebenarnya diluncurkan Amitra tahun 2016 melalui UUS, dan kemudian dilanjutkan oleh PT SMA.

Sedangkan pembiayaan syariah untuk sepeda motor Honda Masih dilakukan oleh UUS FIFGROUP.

Semakin diminati

Sampai saat ini Amitra sudah berhasil memberangkatkan 30.000 jemaah umrah sejak 2016.

"Di tahun 2020 sebenarnya targetnya 70.000 jemaah umrah, dan pemorsian untuk ibadah haji. Namun karena Arab Saudi melakukan lockdown karena Covid-19, maka kami baru menyalurkan pembiayaan untuk 4.000 jemaah umroh dan pemorsian haji," kata Inung di kantornya di Menara FIF, Jalan Tb Simatupang, Lebakbulus, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (21/4/2021).

Khusus pada tahun 2020, Amitra hanya butuh waktu kurang dari tiga bulan saat memberangkatkan 4.000 jemaah umrah. Sebenarnya trendnya sudah mulai meningkat sebelum pandemi Covid-19 terjadi.

Keberangkatan terhitung dari Januari hingga pertengahan Maret 2020, sebelum Arab Saudi memutuskan lockdown.

Besar cicilan

Jemaah yang tertunda keberangkatannya karena Covid-19 juga tidak perlu khawatir, sebab di Amitra, jemaah diberangkatkan umrah dulu baru kemudian membayar dengan cara mencicil. Apabila tidak berangkat, maka jemaah tidak perlu membayar.

Cicilan umrah yag dtawarkan beragam, dari Rp 600.000 sampai Rp 700.000 per bulan.

Jemaah dapat mencicilnya selama tiga tahun untuk ibadah umrah, dan tujuh tahun untuk pendaftaran awal ibadah haji.

Amitra sendiri saat ini sudah menggandeng sekitar 350 perusahaan perjalanan umrah di seluruh Indonesia. Semuanya dijamin biro perjalanan resmi dan terbaik di Indonesia.

Sehingga, kata Inung, kepastian keberangkatan jemaah umrah sudah terjamin.

Cara menjadi nasabah

Syarat untuk ikut program umrah dengan cara mencicil ini pun cukup mudah, yakni hanya dengan memberikan fotocopy kartu identitas (KTP) dan kartu keluarga (KK).

Nantinya pihak Amitra akan melihat kemampuan nasabah mencicil pinjamannya. Apabila memenuhi syarat, maka permohonan akan disetujui oleh Amitra.

"Jadi nanti akan kami sesuaikan dengan kemampuan cicilan peserta," ujar Inung.

Sesuai syariat Islam

Meski memiliki metode cicilan, Inung menjamin bahwa program umrah yang dicanangkan Amitra sudah sesuai syariat Islam.

Pasalnya pihak Amitra juga sudah berkonsultasi dengan Dewan Pengawas Syariah (DPS).

PT SMA yang juga anggota Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI), terkait produk Amitra cicilan umrah tersebut.

Jadi, produk pembiayaan umrah dan haji yang dijalankan PT SMA tersebut adalah sah, sesuai dengan persetujuan DSN dan fatwa MUI bahwa metode cicilan umrah itu tetap sah secara hukum Islam.

Sebab kata Inung, para ulama sepakat, sifat mampu yang tertuang dalam kitab Al-quran itu bisa mampu dalam bentuk mencicil atau secara kontan.

Apabila dianalogikan, pegawai tetap yang mendapatkan gaji bulanan mampu mencicil mobil setiap bulan, namun tidak mampu bila harus membeli kontan.

"Jadi mampu di sini mampunyai penghasilan untuk mencicil dari penghasilan bulanan. Karena kalau menabung terkadang suka enggak bisa tercapai," kata Inung.

Jaminan aman

Selain diawasi DSN MUI, program umrah dan haji secara mencicil ini juga diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sehingga dijamin tidak ada jemaah yang mengalami penipuan atau gagal berangkat.

Apabila tertarik untuk berumrah lewat jasa Amitra, maka calon jemaah dapat mendaftar lewat kantor-kantor cabang FIF yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain pendaftaran langsung, umrah lewat Amitra juga bisa didaftarkan secara online lewat e-commerce yang terkait dengan FIF.

Diharapkan, kata Inung, program umrah dan haji itu dapat memperluas jangkauan masyarakat Indonesia untuk menunaikan rukun Islam kelima itu. (Desy Selviany)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved