Kereta Cepat

Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bukan Hanya Soal Durasi Perjalanan, Melainkan Alih Teknologi

Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung bukan sekadar memangkas waktu perjalanan, melainkan alih teknologi canggih.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Wikimedia/N509FZ
Kereta Cepat Jakarta - Bandung akan menggunakan kereta seri CR400AF, atau sering disebut sebagai Seri Fuxing, yang bisa melaju dengan kecepatan 400 km/jam. Keterangan foto: Kereta cepat seri Fuxing yang digunakan di rute Stasiun Beijing Barat - Bandara Internasional Daxing. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Perjalanan Jakarta-Bandung nantinya bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 1 jam dengan Kereta Cepat Jakarta-Bandung.

Namun, sebagaimana dikutip dari laman Kementerian Perhubungan, ternyata bukan itu saja yang diharapkan Pemerintah Republik Indonesia (RI) dari proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini.

"Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini adalah suatu lompatan tertentu bagi Indonesia, dalam segi teknologi pembangunan. Dari yang tadinya belum bisa, sekarang menjadi bisa. Lompatan ini hendaknya kita maknai secara baik," kata Meteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam acara pembukaan kantor China Railway Group Limited di Indonesia pada Sabtu (10/4).

Proyek Strategis Nasional

Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN), yang dibangun melalui kerja sama antara Indonesia dan Tiongkok

Menurut Budi, kerja sama proyek berteknologi tinggi ini perlu diikuti dengan pertukaran pengetahuan (transfer knowledge) antara kedua belah pihak. Para pekerja di Indonesia bisa menambah pengetahuan tentang teknologi tersebut, dan sebaliknya.

"Proses transfer knowledge ini menjadi suatu keharusan dan dijalankan secara simultan,” kata Budi.

Menhub menyambut baik dibukanya kantor pusat CREC (China Railway Engineering Corp) di Indonesia, yang diharapkan dapat memperkuat hubungan kerja sama dalam mengembangkan infrastruktur perkereta apian.

“Kami berharap ini juga dapat meningkatkan investasi dan membuka lapangan pekerjaan yang lebih banyak untuk Indonesia,” kata Budi.

Sementara itu, Chief Representative of China Railway Engineering Group Corporation (CREC) Zhang Wei mengatakan, pihaknya berkomitmen menyelesaikan proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, dan membuka lapangan pekerjaan yang lebih banyak lagi sebagai simbol persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok.

Seri Fuxing

Sebagaimana dilansir laman KCIC, Kereta Cepat Jakarta-Bandung ini nanti akan menggunakan kereta seri Fuxing Hao varian CR400AF generasi terakhir.

Bila mengacu ke informasi di Wikipedia, satu rangkaian varian ini memiliki panjang 439,8 meter karena memiliki 17 gerbong termasuk kepala kereta di kedua ujungnya.

Varian ini memiliki kecepatan maksimal operasi 400 Kilometer (Km)/jam, meskipun di Tiongkok sana dioperasikan dengan kecepatan 350 Km/jam.

Maka, dengan panjang lintasan Kereta Cepat Jakarta-Bandung 142,3 Kilometer dari Halim, Jakarta sampai Tegalluar, Bandung, maka jarak tersebut bisa ditempuh dalam waktu 24,4 menit secara hitung-hitungan matematika.

Hanya saja rute Jakarta - Bandung ini direncanakan berhenti di dua stasiun antara Halim dan Tegalluar, yakni Karawang dan Walini, maka perjalanan Jakarta - Bandung diperkirakan akan ditempuh dalam waktu 30 menit.

Disebutkan dalam laman KCIC, kereta api cepat Jakarta - Bandung ini akan berjalan di lintasan rel layang sepanjang 80 kilometer, atau 58 persen dari seluruh total jarak.

Sementara sisanya menembus 13 perut bukit (terowongan) dan permukaan tanah. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved