PHRI DKI Berharap Kuota Pengunjung Restoran Menjadi 75 Persen pada Bulan Ramadan

PHRI DKI Jakarta berharap Pemerintah bisa memperbesar kapasitas pengunjung yang makan ditempat pada bulan Ramadan.

Istimewa/Grand Hyatt Jakarta
PHRI DKI Jakarta berharap Pemerintah memperbesar persentase kuota makan di restoran dan hotel, sehingga tradisi Bukbers bisa berlangsung tahun ini. Keterangan foto: Ilustrasi paket sajian Ramadan. Makanan Indonesia menjadi tema yang dipilih Grand Hyatt Jakarta dalam Ramadan 2020. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Salah satu tradisi masyarakat Jakarta pada bulan Ramadan adalah Bukber alias buka bersama.

Memanfaatkan waktu berbuka puasa, Bukber adalah sarana untuk reuni kecil-kecilan antar-teman atau anggota komunitas.

Acara ini juga kerap dimanfaatkan produsen untuk menjamu para relasi, mempererat hubungan mereka.

Biasanya Bukber digelar di restoran di mal untuk yang sifatnya personal, atau di hotel untuk yang bersigat bisnis.

Maka tak mengherankan bila pihak Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta berharap Bukber bisa terselenggara tahun ini.

Memperbesar kuota

Ketua Badan Pimpinan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DKI Jakarta, Sutrisno Iwantono, meminta pemerintah merevisi regulasi sehingga memperbesar kuota pengunjung makan restoran menjadi 75 persen.

Menurut Sutrisno, penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat tetap bisa dilakukan dengan kuota makan di restoran 75 persen ini.

"Kalau jam operasional sudah ditambah sampai 21.00, sekarang yang diharapkan ini bisa menambah kapasitas terpakai makan di tempat menjadi 75 persen, dari sebelumnya 50 persen. Tapi jangan terlalu padat, bila itu dimungkinkan," kata Sutrisno dalam konferensi pers daring, Senin (5/4/2021).

Vaksinasi

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved