Kuliner Jakarta

Warmo, Warteg Terlegendaris di Jakarta dengan 40 jenis Lauk dan Seliter Teh Tawar

Warteg Warmo adalag warteg legendaris di kota Jakarta. Selain sudah berusia 52 tahun, Warmo menyediakan 40 jenis lauk yang rasanya lezat.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Desy Selviany
Warteg Warmo adalag warteg legendaris di kota Jakarta. Selain sudah berusia 52 tahun, Warmo menyediakan 40 jenis lauk yang rasanya lezat. Tak mengherankan banyak selebritas juga makan di Warmo. 

Makanan spesial di Warteg itu beragam, dan bukan hanya penganan dari Tegal yang menjadi andalan. Beberapa makanan masakan Nusantara juga tersedia di Warmo, begitu panggilan sayang warga Jakarta.

Misalnya gulai jengkol, ayam rica, ikan pesmol, dan cumi asin balado.

Warga Jakarta pasti sudah paham mengapa Warmo begitu kondang, karena tak lain dan tak bukan rasa masakan di Warmo itu lezat, dan bisa diterima lidah masyarakat Jakarta yang heterogen.

Misalnya saja menu ayam rica yang asam, manis, dan gurih itu mampu membuat lidah bergoyang.

Ayamnya digoreng dulu, lalu dimasak lagi dengan saus asam manismua, yang dilengkapi dengan bawang bombai.

Potongan ayamnya pun cukup besar, yakni potongan satu ekor ayam dibagi empat potong.

Selain itu gulai jengkol di Warmo juga tidak mengeluarkan bau seperti masakan jengkol pada umumnya.

Harga makanan di Warmo memang lebih tinggi dibandingkan warteg lainnya, namun harga itu masih sangat terjangkau sebagian besar warga Jakarta. Selain itu, harganya sebanding dengan rasanya yang lezat.

Sebagai contoh, sepiring nasi dengan lauk ayam rica, bakwan jagung, dan gulai jengkol, serta es teh tawar untuk minumnya, hanya dihargai Rp 25.000.

Seliter teh tawar

Uniknya lagi, di Warmo pembeli disajikan es teh tawar sebanyak satu liter. Teh tawar itu ditaruh di gelas besar.

Aisyah mengatakan, menyajikan teh tawar satu liter itu sengaja agar penjual tidak berkali-kali menyediakan minum bagi pelanggan yang makan di tempat.

"Jadi biar puas minumnya, enggak bolak-balik nambah," katanya.

Aisyah sendiri tidak tahu kenapa warteg rintisan ibunya bisa setenar saat ini. Namun testimoni pelanggan adalah masakan di Warmo itu lezat dan bersih, serta memiliki jenis masakan yang lengkap.

Ditambah lagi posisi Warmo berada di ujung Jalan Tebet Raya, yang terkenal sebagai pusat kuliner Jakarta Selatan.

Pengunung Warteg Warmo yag makan di tempat, akan mendapatkan segelas besar teh tawar.
Pengunung Warteg Warmo yag makan di tempat, akan mendapatkan segelas besar teh tawar. (Warta Kota/Desy Selviany)

Asal-usul Warmo

Nama Warmo sendiri, kata Aisyah, merupakan singkatan warung mojok sebab lokasinya di ujung Jalan Tebet Raya.

Warteg Warmo tidak memiliki cabang di manapun, akan tetapi saat ini Warmo melayani pemesanan lewat aplikasi ojek online.

Meski namanya sudah tersohor, Warmo ternyata juga tak kuasa menghadapi pandemi Covid-19. Di awal Pandemi, Warmo yang buka 24 jam itu sempat mengalami penurunan omset hingga 50 persen.

"Namun mulai PSBB longgar, sedikit-sedikit omset mulai berangsur normal," tandas Aisyah. (Desy Selviany)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved