Karaoke

Masalah Pembukaan Kembali Karaoke Menimbulkan Dilema bagi Pemprov DKI

Pemprov DKI Jakarta mengalami dilema dalam memutuskan pembukaan kembali usaha hiburan karaoke.

Warta Kota/Desy Selviany
Mikrofon di karaoke akan dipasangi masker, sebagai salah satu protokol kesehatan usaha karaoke di masa pandemi Covid-19. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Rencana pembukaan kembali tempat usaha hiburan karaoke di DKI Jakarta memang menuai pro dan kontra, karena hiburan jenis itu memang memiliki potensi penularan virus corona 2 yang cukup tinggi.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun terkesan mengalami dilema dalam memutuskan hal ini.

“Kami akan umumkan segera ya, kami lihat apakah dimungkinkan atau tidak. Ini kan memang tempatnya sempit dan ruangannya AC, sehingga potensi penyebarannya (virus) tinggi,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI pada Selasa (23/3/2021).

Sebelumnya Pemprov memberikan secercah harapan kepada pengusaha tempat hiburan karaoke, lewat Surat Edaran dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nomor 64/SE/2021, tentang Persiapan Pembukaan Kembali Usaha Karaoke di Provinsi DKI Jakarta.

Menurut Ahmad Riza, beberapa tempat karaoke telah mengajukan permohonan dan mempresentasikan protokol kesehatan (prokes) di tempat usahanya, kepada tim gabungan Dinas Kesehatan, Dinas Parekraf dan Diskominfotik.
Namun Ariza meminta kepada pemilik maupun karyawan tempat karaoke untuk memahami kebijakan Pemerintah, yang selama ini yang belum mengizinkan karaoke beroperasi.

“Kami juga mengerti, tidak hanya kepada pemilik, tapi juga pegawainya. Tapi sekali lagi, sebagaimana sering disampaikan Pak Jokowi, Pak Gubernur, kesehatan adalah yang paling utama,” ujar Ariza.

Sementara itu, Kepala Bidang Industri Pariwisata pada Disparekraf DKI Jakarta, Bambang Ismadi mengungkapkan bahwa sejauh ini sudah ada 58 tempat karaoke yang mengajukan permohonan izin beroperasi kepada tim gabungan.

Namun Bambang tak merinci nama tempat karaoke yang sudah mengajukan permohonan.

“Sudah masuk 58 berkas, dan 22 berkas sudah di-review (dikaji), sisanya masih menunggu akan dicek,” kata Bambang.

Seperti diketahui sejak pertengahan Maret 2021 lalu, Pemprov DKI Jakarta telah mengkaji rencana pembukaan kembali karaoke dengan para ahli di tengah pandemi Covid-19.

Pihak yang dilibatkan seperti epidemiolog, Satgas Covid-19 Pemerintah Pusat, asosiasi pengusaha hiburan, dan masyarakat.

“Kami mencari solusi terbaik apakah dimungkinkan ke depan menambah unit (tempat usaha) lain untuk dibuka atau tidak,” kata Ahmad Riza Patria pada Senin (15/3/2021).

Ariza mengatakan, beberapa pekan lalu pemerintah daerah telah mengoperasikan kembali tempat rekreasi secara bertahap. Di antaranya Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan, museum, dan sebagainya.

“Ke depan kami pertimbangkan dan dibahas, karena masukan informasi dari pemerintah pusat sudah akan memulai untuk meningkatkan pariwisata di Indonesia, khususnya Jakarta, secara bertahap. Caranya membuka tempat-tempat wisata dan tempat-tempat kegiatan usaha lainnya terkait pariwisata, termasuk karaoke dalam proses pertimbangan,” tandasnya. (Fajar Al Fajri)

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved