Karaoke

Karaoke: Sedang Dipertimbangkan Aturan Bernyanyi di Karaoke Harus Mengenakan Masker

Tetap menggunakan masker saat bernyanyi di karaoke tengah dipertimbangkan sebagai salah satu protokol kesehatan di karaoke.

Pexels.com/Skitterphoto
Tetap menggunakan masker saat berkaraoke tengah dipertimbangkan sebagai protokol kesehatan di tempat usaha karaoke. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Sepertinya tidak hanya hasil tes Covid-19 yang akan menjadi persyaratan berkunjung ke tempat karaoke, bila tempat hiburan itu kembali dibuka dalam waktu dekat.

Besar kemungkinan, syarat lainnya adalah pengunjung harus menggunakan masker selama berada di tempat itu, termasuk saat sedang bernyanyi.

Dinas Kesehatan DKI Jakarta kemungkinan bakal mewajibkan masyarakat untuk tetap memakai masker, sekalipun saat bernyanyi di ruang karaoke.

Langkah ini dilakukan untuk memperkecil risiko penularan Covid-19, melalui droplet pelanggan di tempat karaoke.

“Menyanyi kan bisa pakai masker, saya nyanyi pakai masker bisa. Kalau orang pidato bersuara kan? Pakai masker bisa tetap kedengaran,” kata Kepala Dinkes DKI Jakarta Widyastuti di Balai Kota pada Selasa (23/3/2021).

Meski demikian, Widyastuti belum bisa memastikan penerapan aturan ini, sebab hal itu perlu dikoordinasikan kembali dengan Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf), selaku pihak yang mengawasi pelaksanaan tempat hiburan.

“Karaoke kan di bawah dinas lain, bukan dinas saya. Tapi tentunya rekomendasinya mewakili Satgas. Jadi akan turun bersama untuk melihat persyaratan, supaya tidak menjadi sumber penularan,” ujar Widyastuti.

GeNose C19

Widyastuti juga tak bisa memberi kepastian mengenai kewajiban tempat karaoke membeli alat GeNose C19, sebagai alat skrining untuk mendeteksi virus corona 2 kepada setiap pengunjung karaoke.

“Itu keputusan di tim Satgas, tetapi poinnya prokes harus dijaga supaya tidak terjadi penularan virus,” katanya.

Pemprov DKI Jakarta masih mengkaji rencana pembukaan karaoke saat perpanjangan kembali PPKM mikro, yang berlaku pada Selasa (23/3/2021) sampai Senin (5/4/2021).

Berdasarkan kajian sementara, kegiatan karaoke dilakukan di ruangan dengan luas dan sirkulasi udara terbatas, dan memiliki pendingin ruangan atau AC. Karena itu droplet yang keluar dari kegiatan benyanyi hanya akan berputar-putar di dalam ruangan tersebut

“Kami akan umumkan segera ya, kami lihat apakah dimungkinkan atau tidak. Ini kan memang tempatnya sempit dan ruangannya AC, sehingga potensi penyebarannya tinggi,” kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria di Balai Kota DKI pada Selasa (23/3/2021). (Fajar Al Fajri)

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved