Vaksin Covid 19

British Airways Usul agar Orang yang Sudah Diimunisasi Covid-19 Mendapat Kemudahan Bepergian

Maskapai penerbangan British Airways mengusulkan agar orang yang sudah diimunisasi dnegan vaksin Covis-19 bisa bebas bepergian ke mana saja.

Instagram/british_airways
Maskapai penerbangan British Airways mengusulkan agar orang yang sudah diimunisasi dnegan vaksin Covis-19 bisa bebas bepergian ke mana saja. Keterangan foto: Pesawat British Airways tipe A350-1000 melakoni penerbangan pertamanya pada 3 Juli 2019. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Program imunisasi Covid-19 yang digelar di berbagai negara membuat pelaku sektor transportasi udara optimistis bisnis mereka akan membaik.

Salah satunya adalah maskapai penerbangan asal Inggris, British Airways. Maklum, mereka terdampak pandemi Covid-19 cukup berat.

Sebagaimana dilansir laman Channel News Asia (CNA), British Airways bahkan mengusulkan, agar penumpang pesawat yang telah menerima vaksin Covid-19 diizinkan bebas bepergian kemanapun.

Ini untuk mendorong percepatan kembalinya masyarakat bepergian antaranegara menggunakan pesawat terbang.

Pemulihan

Menurut British Airways, usulan tersebut sebagai upaya untuk memulihkan kembali perjalanan pesawat di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Eksekutif British Airways, Sean Doyle, menyebutkan bahwa pada Oktober 2020 lalu pihaknya menyarankan kepada Pemerintah Inggris dan negara lain, untuk membuka pintu bagi penumpang pesawat yang sudah mendapatkan vaksin Covid-19.

"Kami beranggapan bahwa penumpang yang sudah divaksin dapat bepergian kemanapun, dan yang belum mendapatkan vaksin masih tetap harus menyertakan dokumen hasil tes negatif Covid-19," kata Doyle.

Vaksinasi Covid-19 ini, lanjut Sean, adalah angin segar untuk bisnis penerbangan dan meningkatkan optimisme British Airways dalam mengembalikan masyarakat melakukan perjalanan pesawat.

Dukungan pemerintah

Selain itu Sean juga berharap, Pemerintah Inggris dapat memberikan dukungannya kepada aplikasi kesehatan, yang dapat digunakan untuk memverifikasi hasil tes negatif Covid-19 seseorang dan status vaksinasi.

"Aplikasi ini menjadi kunci untuk memfasilitasi perjalanan dalam skala besar, dan dalam pemeriksaan menggunakan aplikasi ini pun tidak butuh waktu lama hanya 20 menit untuk satu penumpang pesawat," kata Sean.

Sean juga meyebutkan beberapa negara, seperti Prancis, Yunani, Portugal, Siprus dan Spanyol mulai memertimbangkan menyambut para pelancong Inggris.

Tetapi, British Airways kata Doyle akan tetap berpikir realistis.

"Kami sudah mencari tujuan baru selama musim panas nanti, yang belum pernah kami sambangi sebelumnya. Dan itu bisa jarak jauh dan jarak pendek," tandas Sean. (Hari Darmawan)

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved