GeNose C19

GeNose C19 akan Hadir di Empat Bandara ini Mulai 1 April 2021

Mulai 1 April 2021, layanan pemeriksaan GeNose C19 diterapkan di empat bandara ini.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Tribunnews/Irwan Rismawan
Mulai 1 April 2021, layanan pemeriksaan GeNose C19 diterapkan di empat bandara. Keterangan foto: Petugas Dinas Perhubungan mengembuskan nafasnya pada kantong nafas, untuk dites dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (24/1/2021). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI sudah mengumumkan akan menggunakan GeNose C19 di sektor transportasi udara, mulai 1 April 2021.

Untuk tahap awal, alat skrining Covid-19 ini akan ditemukan di empat bandar udara di Indonesia.

Demikian diungkapkan oleh Meteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, pada Selasa (16/3).

"Empat bandara tersebut ialah Bandara Kualanamu, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya," kata Budi Karya dalam rapat kerja bersama anggota Komisi V DPR RI.

Pada Kamis (18/3), simulasi layanan GeNose C19 dimulai di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Budi menjelaskan, penerapan layanan GeNose C19 di bandara akan dilakukan bertahap sehingga nanti akan semakin banyak bandara menggunakan alat temuan para dosen FMIPA Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Murah

Alat karya anak bangsa ini memang diminati masyarakat, berdasarkan pengalaman penggunaannya di stasiun kereta api sejak Februari lalu.

Penyebab utamanya adalah tarifnya jauh lebih murah dari skrining Covid-19 menggunakan tes PCR dan rapid antigen.

"Dengan adanya layanan tes skrining dengan GeNose C19 di bandara ini, tentunya dapat mendukung penanganan Covid-19 di sektor transportasi udara," kata Budi.

Selain itu, ia juga menyatakan bahwa layanan GeNose C19 juga mampu meringankan beban biaya masyarakat, yang hendak bepergian di tengah pandemi Covid-19 dengan pesawat.

Namun Budi tak mengungkapkan tarif tes GeNose C19 yang akan diberlakukan di bandara. 

Sebagai informasi, GeNose C19 telah diimplementasikan di sektor transportasi perkeretaapian sejak 5 Februari 2021.

Saat ini, layanan GeNose C19 sudah ada di 23 stasiun di seluruh Indonesia, dengan tarif Rp 30.000 mulai 20 Maret 2021.

Kemudian layanan GeNose C19 juga telah diuji coba penerapannya di sektor transportasi laut, di Pelabuhan Tanjungpriok.

Tetapi penerapan di pelabuhan belum bisa diterapkan seperti di stasiun kereta api, yang sifatnya menjadi salah satu skrining yang hasilnya bisa digunakan sebagai dokumen kesehatan pelaku perjalanan.

Di sektor transportasi laut, pemeriksaan GeNose C19 masih digunakan sebagai skrining secara random untuk penumpang kapal.

Simulasi di YIA

Sebagaimana sudah disebutkan di atas, PT Angkasa Pura I melakukan simulasi GeNose C19 di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Direktur Utama PT Angkasa Pura I, Faik Fahmi, mengatakan, simulasi ini adalah tahapan untuk mengetahui kelaikan GeNose C19 yang akan digunakan di sektor transportasi udara pada April 2021.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved