Wabah Covid 19

Pemerintah Jepang Batasi Jumlah Penumpang Maskapai Internasional Maksimal 100 Orang

Pemerintah Jepang membatasi jumlah penumpang internasional ke negaranya, berkaitan dengan munculnya beberapa varian baru virus corona 2.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/FlyANA_official
Pemerintah Jepang membatasi jumlah penumpang internasional ke negaranya. Keterangan foto: Pesawat-pesawat ANA yang melayani rute ke Honolulu, Hawaii. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Meski sudah ada vaksin Covid-19, bukan berarti pandemi Covid-19 sudah boleh dianggap sepele.

Pasalnya virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19 sudah bermutasi, menghasilkan beberapa varian baru.

Para pakar kesehatan dan vaksin di seluruh dunia masih belum bisa memastikan, vaksin yang sudah digunakan saat ini juga efektif untuk para varian baru itu.

Maka Pemerintah Jepang membuat kebijakan pembatasan jumlah penumpang pesawat yang menuju negaranya.

Kementerian Transportasi Jepang meminta maskapai penerbangan asing hanya boleh membawa 100 penumpang ke Jepang di setiap penerbangan.

Sementara untuk maskapai penerbangan Jepang dibatasi hanya boleh membawa 3.400 orang/pekan masuk ke Jepang.

Tempat isolasi penuh 

Kebijakan ini diberlakukan Pemerintah Jepang pada periode perjalanan akhir tahun fiskal, yang biasanya meningkat tajam di masa normal.

Mengutip laman Nikkei Asia pada Minggu (14/3/2021), inilah pengetatan pertama yang dilakukan Pemerintah Jepang sejak April tahun lalu.

Setelah pandemi Covid-19 terkendali di negeri matahari terbit itu, Pemerintah Jepang telah melonggarkan aturan secara perlahan-lahan, sehingga sebelum kebijakan baru diperlakukan maskapai asing boleh membawa 300 penumpang/penerbangan.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved