KA Brawijaya Menambah Opsi Transportasi Jakarta - Malang bagi Masyarakat

KA Brawijaya, dengan relasi Stasiun Gambir - Stasiun Malang, menambah opsi masyarakat yang akan bepergian antara Jakarta dan Malang.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa/PT KAI
KA Brawijaya, dengan relasi Stasiun Gambir - Stasiun Malang, mulai dioperasikan PT KAI mulai Rabu (10/3/2021). KA ini akan menambah opsi masyarakat yang akan bepergian antara Jakarta dan Malang. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Sudah sejak dulu Malang adalah salah satu tujuan liburan warga Jakarta.

Apalagi setelah ada Museum Angkut dan Jatim Park, yang memang lokasinya tidak jauh dari kota Malang.

Maka tak mengherankan bila PT Kereta Api Indonesia (Persero) Derah Operasional 1 Jakarta menambah lagi kereta api tujuan Malang, untuk memberi lebih banyak opsi bagi warga Jakarta yang ingin ke sana.

Mulai Rabu (10/3/2021) PT KAI resmi mengoperasikan Kereta Api (KA) Brawijaya, dengan relasi Stasiun Gambir - Stasiun Malang.

Tidak lewat Yogyakarta

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Jakarta, Eva Chairunisa, mengatakan bahwa KA Brawijaya nantinya akan beroperasi melalui jalur operasional yang melewati kota Cirebon, Semarang dan Madiun.

KA ini tidak melalui jalur operasional Purwokerto-Yogyakarta, yang membuatnya berbeda dengan KA Gajayana.

"KA Gajayana jalur operasionalnya melalui sejumlah stasiun antara seperti Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta dan Madiun. Sementara untuk KA Brawijaya pada operasionalnya tidak melalui purwokerto - Yogyakarta,' ujar Eva dalam keterangan pers.

KA ini berangkat pukul 15.40 dari Stasiun Gambir. Sementara dari Mlaang berangkat pukul 16.00 waktu setempat.

Estimasi waktu tempuh KA Brawijaya adalah 13 jam 20 menit untuk rute Gambir - Malang. Sedangkan untuk rute sebaliknya  memiliki estimasi durasi 13 jam 6 menit.

Jalur operasional KA ini mirip KA Majapahit, hanya saja KA Majapahit berangkat dari Stasiun Pasarsenen, sedangkan KA Brawijaya dari Stasiun Gambir.

Kelas eksekutif

Dari sini saja sudah menunjukkan bahwa KA Brawijaya adala KA kelas eksekutif.

Kemudian Eva juga menjelaskan bahwa KA Brawijaya terdiri 8 rangkaian eksekutif, dengan ketersediaan tempat duduk 400 kursi.

"Tetapi dengan adanya kebijakan pembatasan penumpang, maka KA Brawijaya hanya dapat menyediakan tempat duduk sebanyak 280 kursi, atau 70 persen dari kapasitas keseluruhan," kata Eva.

Dalam pengoperasian perdananya, Eva mengungkapkan bahwa tiket KA Brawijaya terjual sebanyak 279 tempat duduk.

Dengan dioperasikannya KA Brawijaya ini diharapkan kebutuhan masyarakat untuk transportasi yang semakin terakomodir.

Ruang isolasi

"Selain itu, dalam mencegah penyebaran Covid-19 KA Brawijaya juga dilengkapi ruang isolasi sementara di atas KA. Hal ini untuk memisahkan penumpang yang memiliki gejala batuk dan suhu tubuh di atas 37 derajat celcius," tandas Eva.

Dengan hadirnya KA Brawijaya ini, maka rute Jakarta - Malang dilayani lima KA, yakni KA Matarmaja yang merupakan pionir rute ini, KA Gajayana, KA Majapahit, KA Jayabaya, dan KA Brawijaya.

Dengan begitu semakin banyak opsi bagi masyarakat, dan calon penumpang tinggal menentukan pilihan sesuai dengan jadwal keberangkatan dan kedatangan, serta kebutuhannya.

Hanya saja, selama pandemi Covid-19 PT KAI belum mengoperasikan kembali KA Majapahit. (*/Hari Darmawan)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved