Garuda Indonesia

Langkah Strategis Garuda Indonesia di Tengah Pandemi Covid-19

Sejumlah strategi dilakukan manajemen Garuda Indonesia, agar bertahan di masa pandemi Covid-19.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Instagram/garuda.indonesia
Garuda Indonesia melakukan sejum;ah strategi agar bertahan di masa pandemi Covid-19. Keterangan foto: Ilustrasi . 

WARTA KOTA TRAVEL -- Pandemi Covid-19 membawa kerugian kepada industri penerbangan, terutama maskapai penerbangan.

Bagaimana tidak, wong tiba-tiba jumlah penumpang berkurang secara drastis, sehingga pemasukan tidak menutup biaya operasional perusahaan.

Kerugian juga dialami oleh maskapai penerbangan nasional Indonesia, Garuda Indonesia Airways. Karena itu pihak manajemen harus melakukan sejumlah strategi untuk bisa bertahan.

Mengurangi frekuensi

Menurut Direktur Utama PT Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, untuk bertahan di tengah situasi pandemi Covid-19 ini pihaknya mengurangi frekuensi penerbangan.

Menurutnya, Garuda Indonesia selama ini tidak menutup rute penerbangan ke wilayah Indonesia namun hanya mengurangi frekuensi terbangnya saja.

"Hal ini tentunya harus kita lakukan untuk bertahan di tengah masa sulit, untuk mengendalikan arus kas perusahaan," kata Irfan dalam diskusi virtual, Kamis (4/3/2021).

Dia juga mengatakan, meski di tengah pandemi, Garuda Indonesia tetap melayani penerbangan rute domestik dan internasional walau frekuensinya berkurang.

"Kami tidak bisa berhenti untuk terbang, karena Garuda ini memegang mandat untuk menghubungkan wilayah Indonesia," kata Irfan.

Selain itu, dia juga mengungkapkan bahwa di tengah pandemi ini orang yang terbang bukan untuk liburan, melainkan karena diharuskan melakukan penerbangan oleh kondisi tertentu, seperti keperluan mendesak dari perusahaan dan ada keluarga yang sakit atau meninggal.

"Tak hanya itu, kami juga masih tetap melayani penerbangan repatriasi untuk warga negara asing yang ingin pulang ke negaranya," ucap Irfan.

Kargo

Irfan juga menjelaskan, strategi lain yang dilakukan Garuda Indonesia agar dapat bertahan di tengah pandemi adalah mendorong bisnis kargo.

"Saat ini Garuda Indonesia memiliki rute khusus pengiriman kargo dari Manado ke Narita, Jepang, kemudian dari Bali ke Hongkong untuk komoditi ikan," ucap Irfan.

Langkah ini, lanjut Irfan, dapat membuat Garuda Indonesia bertahan dengan mengembangkan bisnis penerbangan khusus kargo.

Sebelumnya Irfan juga mengungkapkan mengakhiri kontrak penyewaan sejumah pesawat, terutama Bombardier CRJ1000, sebagai upaya memangkas kerugian. (Hari Darmawan)

Sumber: Tribunnews

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved