Jakarta Diprediksi Menjadi Salah Satu Destinasi Favorit Turis Mancanegara

Jakarta, bersama Bali dan Kepulauan Riau, diprediksi sebagai destinasi favorit wisatawan mancanegara begitu Indonesia mengizinkan turis asing datang.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Sudin Parbud Kepulauan Seribu
Jakarta diproyeksi sebagai destinasi wisata favorit wisatawan manca negara, setelah rute wisata internasional dibuka. Keterangan foto: "Generasi Pelaut" karya Agus Widodo adalah ikon baru di Kepulauan Seribu 

WARTA KOTA TRAVEL -- Jakarta akan menjadi salah satu tujuan favorit wisatawan asing, begitu Pemerintah Indonesia membuka kembali pintu kedatangan internasional.

Hal ini diutarakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, dalam webinar pada Selasa (2/3).

Karena itu Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) mempersiapkan Jakarta, bersama Bali dan Kepulauan Riau, sebagai koridor perjalanan yang aman.

Protokol kesehatan

Kemenparekraf menyatakan, syarat pertama untuk membuka rute pariwisata internasional adalah menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

"Persiapan buka pariwisata dengan protokol kesehatan dan vaksin. Lalu, safe travel corridor lagi dibikin dengan 3M (mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker) dan 3T (testing, tracing, treatment)" ujarnya dalam webinar tersebut.

Bali diproyeksi menjadi tujuan utama wisatawan asing, begitu Indonesia memperbolehkan wisatawan asing berkunjung.

"Fokus pemerintah ketika wisata internasional dibuka ialah tujuan utama destinasi, yakni Bali. Sekali lagi, Bali teratas, nomor 1 favorit tujuan," katanya.

Menurut Sandi, Bali memang sudah menjadi target destinasi para wisatawan mancanegara ketika berkunjung ke Indonesia.

Selain Bali, Jakarta dan Kepulauan Riau juga menjadi tujuan favorit lain, disusul Yogyakarta, Solo, Semarang atau Joglosemar.

"Kedua adalah Jakarta dan Kepulauan Riau. Kemudian, Jawa Tengah yakni Jogja, Solo, Semarang juga akan menyusul," tandas Sandiaga.

Bilateral

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, keputusan Pemerintah mengizinkan orang asing datang bergantung kepada kesepakatan dengan negara lain. Hal ini akibat pandemi Covid-19.

"Ini bilateral, Indonesia tidak bisa buka sendiri. Internasional punya perjanjian koridor travel, atau yang boleh berkunjung khusus esensial (yang perlu sekali)" ujar Airlangga dalam webinar tersebut.

Karena itu, menurut Airlangga, Pemerintah menyiasati lesunya industri pariwisata nasional dengan berupaya menggenjot wisawatan domestik.

"Pariwisata mengembalikan permintaan domestik dengan protokol kesehatan. Kementerian Pariwisata sedang mem-package antara pariwisata dan herd immunity, agar traveling jadi aman untuk semua," katanya.

Pemerintah, lanjutnya, juga akan membuat kebijakan untuk meningkatkan kapasitas pariwisata dari sebelumnya hanya izinkan untuk menggunakan hotel sebagai tempat isolasi.

"Selain itu, kami harap vaksin dapat timbulkan herd immunity pada pertengahan tahun dengan 70 juta orang divaksinasi," tandas Airlangga. (Yanuar Riezqi)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved