Burhanudin: Lido Bisa Menjadi Destinasi Wisata Edukasi Alam dan Budaya Jawa Barat

Pemerintah Kabupaten Bogor berniat mengembangkan Lido sebagai destinasi wisata edukasi alam dan budaya Jawa Barat.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Hironimus Rama
Burhanudin, Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, melihat Lido dapat destinasi wisata edukasi mengenai flora dan fauna Jawa Barat, khususnya endemik Gunung Pangrango dan Gunung Salak. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Wilayah Lido di Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) oleh Kementerian Ekonomi Republik Indonesia (RI).

Penetapan ini disambut baik oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, karena akan menjadi pemicu kebangkitan wilayah Bogor Selatan.

Bahkan menurut Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Burhanudin, Pemkab Bogor sudah memproyeksikan kawasan Lido sebagai destinasi wisata edukasi.

"Pengembangan Lido ini bisa menjadi pusat bangkitan Bogor Selatan. Apalagi kawasan Lido sangat indah diapit oleh dua Gunung Pangrango dan Salak,” ujarnya.

“Nantinya wisata edukasi, rekreasi, dan konservasi ada di situ. Bila perlu kawasan Gunung Pangrango menjadi kawasan konservasi flora dan fauna khas Jabar," tambah Burhanudin.

Pusat konservasi alam

Wilayah Cigombong memang sudah menjadi lokasi Pusat Pendidikan Konservasi Alam Bodogol (PPKB), tempat di mana masyarakat bisa belajar cara menjaga kelestarian  alam di sekitar kita.

Di sini pengunjung bisa berjalan menyusuri canopy trail, yakni berjalan di antara pucuk pepohonan. 

Tempat ini juga menjadi salah satu lokasi pemantauan satwa endemik Gunung Gede dan Gunung Pangrango yang terancam punah, yakni Macan Tutul Jawa (Panthera pardus melas), Owa Jawa (Hylobates moloch), dan Elang Jawa (Nisaetus bartelsi)

Jabar Land

Menurut Burhanudin, pihaknya sudah memenuhi permintaan aneka dokumen yang dibutuhkan, termasuk persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor.

Dengan terbitnya Perpres No 60 tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Jabodetabekpuncur, maka harus disesuaikan dengan rencana besar pembangunan wilayah KEK nantinya.

Burhanudin menjelaskan, pembangunan kawasan KEK akan berdampak kepada meningkatnya potensi kunjungan wisatawan mancanegara ke Kabupaten Bogor.

“Untuk mengenalkan Kabupaten Bogor dan Jawa Barat, konsep Jabar Land perlu dibangun. Di dalamnya terdapat mulai dari produk UKM, makanan khas, tarian, dan pakaian tradisional, debus hingga souvenir khas Kabupaten Bogor dan Jabar bisa ditampilkan di Jabar Land,” tuturnya.

Dampak sosial

Burhanudin menegaskan, di samping rencana aksi pembangunan juga perlu diperhatikan dampak sosial ke depannya dari terbangunnya kasawasn KEK tersebut.

"Ini menjadi tugas kita bersama, antar-pemerintah harus sinergi dan kolaborasi agar dampak sosialnya justu dapat memberikan manfaat untuk semua. Untuk rakyat, Kabupaten Bogor, Jabar, dan daerah yang berbatasan," kata Burhanudin.

Dia juga akan segera memetakan kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan. Nantinya, sebagai bahan bagi Dinas Tenaga Kerja dalam memberikan pelatihan kepada masyarakat setempat, dan calon tenaga kerja sesuai yang dibutuhkan.

"Kita akan latih masyarakat sekitar sesuai kebutuhan, sehingga keberadaan KEK ini dapat berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat setempat, baik penyerapan kerja maupun peningkatan perekonomiannya," tandasnya. (Hironimus Rama)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved