Hari Raya Imlek

KUE Keranjang Eksis di Berbagai Negara dengan Beragam Nama dan Cara Penyajian

Kue keranjang bisa ditemukan di berbagai negara dengan nama dan cara pennyajian yang berbeda-beda.

Warta Kota/Anggie Lianda Putri
Kue Keranjang melanglang buana bersama para imigran Tionghoa, dan menciptakan sebuah tradisi baru di negara barunya. Keterangan foto: Kue Keranjang yang dijajakan di Petak Sembilan menjelang Imlek tahun 2018. 

Pada perkembangannya, masing-masing daerah membuat nian gao dengan ciri khas masing-masing, misalnya dari segi rasa manis dan gurih.

Penganan ini juga dibawa merantau para imigran Cina, dan di tempat baru nian gao ini juga berubah seturut budaya setempat.

Karena itu, nian gao memiliki sebutan berbeda-beda di berbagai tempat dan negara. Antara lain di Indonesia disebut kue keranjang atau kue Cina, di Malaysia disebut kuih bakul, sementara di Filipina disebut tikoy.

Menariknya, di Srilanka namanya menjadi seenakku, yang merupakan dialek masyarakat setempat untuk frasa Cina kue.

Menurut Wikipedia, bangsa yang membawa kue keranjang ke Srilanka itu adalah peranakan Tionghoa dari Melayu. Makanya ada unsur bahasa Melayu juga dalam penamaan kue itu di sana.

Bahkan penyebaran nian gao ini sampai ke Mauritius, sebuah negara pulai di Samudra India yang menginduk ke Afrika.

Di sana kue ini disebut sebagai Gateau la cirre, karena masyarakat di sana memang berbicara dalam bahasa Prancis.

Bentuk sajiannya

Cara menyantapnya juga berbeda-beda gaya. Di Jakarta saja ada yang senang memakannya dalam kondisi lengket seperti dodol, ada yang senan saat kondisinya sudah kering dan mengeras.

Ada pula yang menyajikannya dengan parutan kelapa, atau dilapisi telur lalu digoreng.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved