Ini Syarat Dokumen Perjalanan ke Bali yang Berlaku saat ini

Traveller yang akan ke Bali menggunakan pesawat udara harus memiliki persyaratan sesuai SE Nomor 5 Tahun 2021.

Istimewa/Angkasa Pura II
Kini masyarakat yang akan bepergian lewat Bandara Soekarno-Hatta, bisa memesan pemeriksaan Covid-19 sebelum tiba di bandara. Keterangan foto: Calon penumpang pesawat udara sedang melakukan tes Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (21/12/2020) 

WARTA KOTA TRAVEL -- Traveller yang berencana ke Bali dalam waktu dekat, harus mengetahui bahwa protokol kesehatan bepergian yang saat ini digunakan adalah Surat Edaran (SE) Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 5 Tahun 2021.

Khusus bagi traveller yang akan melkaukan perjalanan ke Bali menggunakan pesawat udara, maka digunakan pula SE Menteri Perhubungan Nomor 3 Tahun 2021, tentang Petunjuk Pelaksana Perjalanan Orang Dalam Negeri Menggunakan Pesawat Udara Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Dalam kedua regulasi itu disebutkan bahwa semua penumpang pesawat udara tujuan Bandar Udara I
Gusti Ngurah Rai, Denpasar harus memiliki surat keterangan hasil pemeriksaan Covid-19 yang masih berlaku.

Hasil pemeriksaan PCR yang dilakukan 2 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau hasil pemeriksaan rapid antigen yang dilakukan 1 x 24 jam sebelumnya.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin, mengatakan, pihaknya melaksanakan secara ketat persyaratan untuk penumpang pesawat udara saat in,i sesuai dengan Surat Edaran Kementerian Perhubungan No 3 Tahun 2021, tentang Petunjuk Pelaksana Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Udara dalam Masa Pandemi.

"Semua penumpang pesawat diwajibkan untuk mengikuti aturan tersebut, sebagai upaya dalam memberikan kenyamanan dan keamanan saat melakukan perjalanan," ucap Awaluddin dalam siaran pers yang diterima Warta Kota pada Senin (8/2/2021).

Awaluddin menegaskan bahwa, sesuai aturan yang termaktub dalam surat edaran tersebut, calon penumpang pesawat tujuan Denpasar, Bali harus menunjukkan surat keterangan hasil negatif tes RT-PCR yang masih berlaku 2 x 24 jam dari tanggal pengambilan sampel, atau hasil negatif rapid test antigen yang masih berlaku 1 x 24 jam dari tanggal pengambilan sampel.

Rute internasional

Sementara untuk penumpang pesawat ruter internasional, aturan yang harus diikuti adalah Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No 6 Tahun 2021, tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Dalam aturan ini, lanjut Awaluddin, dinyatakan bahwa pelaku warga negara asing (WNA) tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia, kecuali pemegang visa diplomatik dan visa dinas yang terkait kunjungan resmi pejabat asing setingkat menteri ke atas.

"Semua aturan ini tentunya agar penerbangan tetap dapat berkontribusi optimal, dalam mendukung aktivitas masyarakat dan turut mendorong pertumbuhan perekonomian," ucap Awaluddin.

Maka dari itu, menurutnya Awaluddin, operasional harus memenuhi protokol kesehatan yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan dan Satgas Penanganan Covid-19.

Sedangkan syarat dokumen perjalanan ke Bali lewat darat dan laut, baik menggunakan kendaraan pribadi atau umum, adalah hasil tes PCR atau rapid antigen yang dilakukan 3 x 24 jam sebelumkeberangkatan. (*/Hari Darmawan)

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Tribunnews
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved