GeNose C19

GeNose C19 Hadir di Terminal Pulogebang, Gratis untuk 30 Orang Pertama

Tes GeNose C19 hadir di Terminal Terpadu Pulogebang selama 6 hari. Calon penumpang bus bisa melakukan tes ini secara cuma-cuma.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Tes Covid-19 metode GeNose C19 hadir di Terminal Terpadu Pulogebang dari tanggal 7 sampai 12 Februari 2021. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Masyarakat yang akan bepergian naik bus, melalui Terminal Terpadu Pulogebang, kini bisa melakukan tes GeNose C19.

Bahkan, sampai lima hari ke depan, tes Covid-19 ini gratis, alias tidak dipungut biaya.

Layanan gratis ini dimulai pada Minggu (7/2) hingga Jumat (12/2) mendatang. Dimulai pukul 10.00 hingga 12.00.

Namun yang harus diingat, layanan gratis ini ada kuotanya, yakni hanya untuk 30 peserta

Kasubag Tata Usaha UP Terminal Terpadu Pulogebang, Junaedi, menjelaskan, tes GeNose C19 ditujukan untuk para calon penumpang bus yang akan berangkat pada hari itu juga.

"Jadi para penumpang ini menunjukan tiket keberangkatannya, lalu nanti diberikan kantong. Kemudian mereka akan diberikan sosialisasi bagimana cara meniup kantung yang diberikan," kata Junaedi pada Minggu siang tadi.

Caranya

Setelah itu peserta tes menarik dan mengembuskan napas tiga kali. Dua hembusan napas pertama lewat hidung, dan hembusan ketiga dari mulut ke dalam kantong.

Kantong tersebut kemudian ditutup dan disegel, kemudian diberikan kepada petugas.

Petugas akan menganalisis udara dalam kantong dengan alat GeNose C19.

Pinjaman

Saat ini ada dua alat GeNose C19 yang digunakan di Terminal Terpadu Pulogebabg. Keduanya merupakan pinjaman dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Alat GeNose C19 ini memang hasil karya para dosen di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UGM.

"Nanti akan diverifikasi, memproses paling lama 3 menit. Nanti akan keluar hasil skrining awal tadi, positif atau negatif," kata Junaedi.

Untuk sementara, tes GeNose C19 di Terminal Terpadu Pulogebang ini tersedia selama enam hari, karena alat ini masih pinjaman.

Hadirnya tes GeNose C19 di Terminal Terpadu Pulogebang merupakan bagian dari program Kementerian Perhubungan, yang bekerja sama dengan UGM.

"Istilahnya kan ini pinjaman dari Kementerian Perhubungan ke kami. Ke depannya kita juga belum tahu pasti, apakah dari Kemenhub akan menghibahkan atau hanya berhenti di sini," ujar Junaedi.

Namun Junaedi tak menutup kemungkinan tes GeNose C19 ini akan dilanjutkan di Terminal Pulogebang.

Limbah medis

Dijelaskan Junaedi, pihaknya juga bekerja sama dengan beberapa pihak terkait limbah medis berupa kantong GeNose C19.

"Kantongnya ini kan limbah medis. Kalau negatif kita sediakan tempat sampahnya, kalau yang positif nanti kita pisahkan. Kami bekerja sama dengan pihak medis untuk membuangnya ke tempat pembuangan yang telah disesuaikan," tandasnya. (Joko Suprianto).

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved