Jalan-jalan ke Pasar Petak Sembilan Bisa Lihat Daging Kodok Dijajakan

Pasar Petak Sembilan di Glodok, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat memiliki jenis barang yang lumayan unik. Salah satunya daging kodok.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Desy Selviany
Daging kodok tidak ditemukan di semua pasar di Jakarta. Namun di Pasar Petak Sembilan, Glodok, ada pedagang yang menjual daging kodok. Keterangan foto: Penjual daging kodok di Pasar Petak Sembilan, Rabu (3/2/2021) 

WARTA KOTA TRAVEL -- Bagi kebanyakan orang, pasar basah mungkin tidak menarik untuk dikunjungi jika tidak ada perlunya.

Maklum, tempat ini memang lebih dikenal sebagai tempat jual beli, terutama untuk bahan pangan.

Padahal, pasar basah itu bisa juga menjadi destinasi wisata lho, karena ada banyak hal unik yang bisa ditemukan di pasar tertentu.

Misalnya di Pasar Petak Sembilan, Glodok, Jakarta Barat. Pasalnya, di sini ada penjual daging kodok yang jarang ditemukan di pasar lainnya di Jakarta.

Salah satu pedagang daging kodok di Pasar Petak Sembilan Glodok adalah Leman.

Di lapaknya yang sederhana itu bisa dilihat kodok yang dijual Leman.

Kuliner Tionghoa

Sebagian besar sudah berbentuk daging siap olah, karena kodoknya sudah dimatikan dan dikuliti.

Namun masih ada kosok yang masih hidup. Beberapa hewan amfibi itu dijadikan satu paket, diikat dengan tali rapia.

Leman, yang merupakan warga Petak Sembilan, Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat, mengatakan sudah 20 tahun berdagang daging kodok.

Pelanggannya kebanyakan ialah masyarakt Tionghoa, karena mereka memang memiliki kuliner dari daging kodok.

Ada dua jenis kodok yang dijual Leman, yakni kodok sawah dan kodok batu.

Kodok batu dijual dalam keadaan masih hidup. Kodok ini didatangkan dari Tasukmalaya dan Sukabumi, Jawa Barat.
Kodok batu dijual dalam keadaan masih hidup. Kodok ini didatangkan dari Tasukmalaya dan Sukabumi, Jawa Barat. (Warta Kota/Desy Selviany)

Harganya

Meski bentuk hidupnya tak rupawan, dan rasa dagingnya hampir mirip rasa daging ayam, namun harga daging kodok tiga sampai empat kali lipat dari harga daging ayam.

"Perkilogram ada yang harganya Rp 70.000, Rp 90.000, hingga Rp 110.000," kata Leman, Rabu (3/2/2021).

Biasanya, lanjutnya, yang paling mahal adalah kodok batu. Kodok ini hanya didapat di wilayah Tasikmalaya dan Sukabumi.

Berbeda dengan kodok sawah yang harus dikuliti, kodok batu tidak harus dikuliti untuk diolah jadi masakan sebab kulitnya dapat ikut disantap.

Biasanya Leman akan membantu pembeli untuk mengkuliti kodok yang akan dibeli.

Kata Leman, waktu tersulit mendapatkan pasokan kodok adalah saat terang bulan alias bulan purnama. (Desy Selviany)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved