Kereta Api

Langkah-langkah dan Syarat Melakukan Tes GeNose C19 di Stasiun Kereta Api

Inilah syarat dan langkah-langkah melakukan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun kereta api.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Tribunnews/Irwan Rismawan
Pemeriksaan Covid-19 metode GeNose C19 menggunakan sampel udara yang dikeluarkan subjek dari mulut. Keterangan foto: Petugas Dinas Perhubungan mengembuskan nafasnya pada kantong nafas, untuk dites dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (24/1/2021). 

Pembatalan tiket

Bila hasil pemeriksaan menunjukkan negatif, maka hasil itu berlaku 3 x 24 jam sejak surat hasil pemeriksaan dicetak.

Sementara, jika hasilnya positif, calon penumpang itu tidak diperbolehkan naik Kereta Api.

Tiket dapat dibatalkan melalui loket khusus, atau melalui WhatsApp KAI121 di 081-1121-11121. Uang tiket akan dikembalikan penuh.

Petugas pemeriksa akan memberikan konsultasi, informasi, dan edukasi terkait hasil pemeriksaan, serta menyarankan orang tersebut untuk melakukan isolasi mandiri.

Calon penumpang yang positif itu juga akan diantar petugas untuk meninggalkan stasiun, dan diminta melapor ke puskesmas sesuai domisilinya.

"KAI berharap seluruh calon penumpang yang hendak meggunakan layanan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun dapat memahami dengan baik terkait syarat-syaratnya agar pemeriksaan dapat berjalan lancar dan tanpa kendala," tandas Joni.

Untuk info selengkapnya terkait layanan pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun, pelanggan dapat menghubungi Customer Service di Stasiun, Contact Center KAI melalui telepon di 021-121, WhatsApp KAI121 di 081-1121-11121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

Udara di dalam kantong GeNose 19 kemudian dianalisis menggunakan perangkat GeNose C19. Keterangan foto: Petugas menganalisis kantong napas milik petugas Dinas Perhubungan dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (24/1/2021).
Udara di dalam kantong GeNose 19 kemudian dianalisis menggunakan perangkat GeNose C19. Keterangan foto: Petugas menganalisis kantong napas milik petugas Dinas Perhubungan dengan GeNose C19 di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta, Minggu (24/1/2021). (Tribunnews/Irwan Rismawan)

Keunggulan GeNose C19

Sebagaimana dilansir laman PT KAI, GeNose C19 adalah alat skrining Covid-19 karya ilmuwan dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Alat tes Covid-19 ini memiliki keunggulan lebih murah, lebih cepat, dan lebih akurat, dibandingkan metode pemeriksaan Covid-19 lainnya.

“Dengan Genose C19, calon penumpang akan lebih dimudahkan karena harganya yang terjangkau, serta memiliki akurasi sebesar 93-95 persen,” ujar EVP Corporate Secretary KAI, Dadan Rudiansyah.

Keunggulan produk GeNose C19 lainnya, lanjut Dadan, dibandingkan rapid test antigen dan swab test PCR ialah lebih cepat diketahui hasilnya. Metode ini hanya memerlukan waktu kurang lebih 3 menit untuk memperoleh hasil pemeriksaan.

Cara kerja

Cara kerja GeNose C19 adalah meniru cara kerja hidung manusia, dengan memanfaatkan sistem penginderaan (larik sensor gas) dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dalam membedakan pola senyawa yang dideteksi.

GeNose C19 melakukan skrining melalui embusan nafas subjek, kemudian dianalisis menggunakan perangkat GeNose yang dikombinasikan dengan software AI yang terlatih untuk membedakan sampel napas yang diduga positif Covid-19 atau negatif Covid-19.

“Alat GeNose C19 sendiri telah mendapat izin edar dari Kementerian Kesehatan Nomor Kemenkes RI AKD 20401022883, serta ditetapkan sebagai syarat kesehatan bagi individu yang melakukan perjalanan melalui Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 No 5 Tahun 2021 dan Surat Edaran Kementerian Perhubungan No 11 Tahun 2021,” ujar Dadan.

Produk dalam negeri

Menyediakan layanan GeNose Test di stasiun merupakan bentuk peningkatan layanan PT KAI kepada pelanggan, serta wujud komitmen KAI untuk mendukung program pemerintah dalam menerapkan disiplin protokol kesehatan yang ketat di moda transportasi umum.

Selain itu, penggunaan produk dalam negeri, yang merupakan karya anak bangsa ini juga merupakan dukungan KAI kepada kampanye Bangga Buatan Indonesia yang sedang digalakkan pemerintah di masa Pandemi Covid-19.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved