Surat tes Covid 19 palsu

ANCAMAN Penjara 4 Tahun bagi Pengguna Surat Hasil Tes Covid-19 Palsu

Dokumen perjalanan, berupa surat hasil tes Covid-19 akan diperksa dua kali, pada saat keberangkatan dan kedatangan.

Warta Kota/AC Pingkan
Dokumen perjalanan, berupa surat hasil tes Covid-19 akan diperksa dua kali, pada saat keberangkatan dan kedatangan. Keterangan foto: Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Bandara Soekarno Hatta memeriksa surat keterangan bebas Covid-19, yang merupakan syarat untuk bepergian menggunakan pesawat udara. 

Caranya adalah menempatkan petugas yang memverifikasi hasil tes Covid-19, di pintu-pintu masuk atau kedatangan domestik dan internasional.

Artinya akan dilakukan dua kali pemeriksaan, yakni sebelum calon penumpang check-in dan setelah penumpang tiba di bandara, terminal, dan pelabuhan tujuan.

Mungkin memang terjadi kongkalikong di bandar keberangkatan, namun kecil kemungkinan kongkalikong itu juga terjadi di bandar ketibaan.

"Kami akan terus mengetatkan protokol di pintu masuk kedatangan, dengan tujuan mencegah imported case. Menempatkan petugas verifikator surat tes PCR, tes antigen, atapun tes antibodi di bandar udara, terminal ataupun pelabuhan," kata Wiku.

Dokumen wajib

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 itu sekalui lagi menegaskan bahwa pelaku perjalanan domestik, serta calon pendatang yang akan masuk ke Indonesia wajib memiliki hasil tes Covid-19, yang menyatakan dirinya berstatus negatif atau tidak terpapar.

Hal ini diatur dalam sejumlah surat edaran (SE) dari Satgas Penanganan Covid-19, dan yang terbaru adalah SE Nomor 1 Tahun 2021.

Terbongkarnya sindikat pemalsu surat hasil tes polymerase chain reaction (PCR), yang beroperasi di Bandara Soekarno Hatta, memang membuat geram banyak orang.

Bagaimana tidak, selain aksi mereka membuat upaya mengendalikan Covid-19 menjadi sia-sia, beberapa pelaku ternyata pernah bekerja menjadi sukarelawan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP).

Aturan yang mewajibkan calon penumpang pesawat udara melakukan pemeriksaan PCR, dimanfaatkan kawanan penjahat mencari keuntungan. Keteranganfoto: Konferensi pers kasus pemalsuan hasil tes PCR di Bandara Soekarno Hatta. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, menjelaskan kasus ini, Senin (18/1/2021).
Aturan yang mewajibkan calon penumpang pesawat udara melakukan pemeriksaan PCR, dimanfaatkan kawanan penjahat mencari keuntungan. Keteranganfoto: Konferensi pers kasus pemalsuan hasil tes PCR di Bandara Soekarno Hatta. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, menjelaskan kasus ini, Senin (18/1/2021). (Warta Kota/Budi S Malau)

Ibarat pagar makan tanaman, petugas yang seharusnya paham soal peran penting dokumen perjalanan ini, justru malah mengambil keuntungan dari situasi ini.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved