Pendakian Gunung Aconcagua

Sepuluh Tahun Pendakian Gunung Aconcagua (5): Tiba di Puncak

Max Agung Pribadi, wartawan Warta Kota, di puncak Gunung Aconcagua (6.962 meter) pada 9 Januari 2011.

Warta Kota/Max Agung Pribadi
Max Agung Pribadi, wartawan Warta Kota, di puncak Gunung Aconcagua (6.960 meter) pada 9 Januari 2011. Dia membawa koran Warta Kota dan surat dari anak sulungnya sampai ke puncak gunung tertinggi di luar benua Asia tersebut. 

Cerukan itu berada di dasar lereng terjal menuju puncak, yang dinamakan La Canaleta.

Medannya berupa lereng batu bersalju setinggi 300 meter dengan kemiringan sekitar 70 derajat.

Jalur setapak seperti anak tangga itu berpagar jurang dalam, yang sangat berbahaya bila cuaca buruk.

Tim Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar mencapau puncak Gunung Aconcagua (6.960) pada 9 Januari 2011.
Tim Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Unpar mencapau puncak Gunung Aconcagua (6.960) pada 9 Januari 2011. (Istimewa/Mahitala Unpar)

Tiba di puncak

Sekitar enam jam mendaki, tim tiba di puncak. Sementara saya tertinggal setengah jam tetap ditemani Marcos.

Saat mendaki Canaleta itu saya sempat melihat awan putih keabuan bergerak naik dari pinggang gunung, dan naluri saya mengatakan, "badai akan datang."

Saya sempat berpikir, bila bertemu dengan tim yang turun dari puncak itulah akhir pendakian saya.

Tapi saat bertemu tim, saya tinggal 50 meter lagi dari puncak.

Karena berpikir tetap akan menghadapi badai juga saat turun, saya putuskan tetap jalan ke puncak.

Tim turun bersama Mauricio, sementara Apu tetap di puncak menunggu saya.

Begitu tak ada lagi jalan mendaki dan terlihat salib, saya merasa lega.

Saya keluarkan secarik surat yang ditulis anak sulung untuk menyertai perjalanan itu dan koran Warta Kota untuk berfoto. (Bersambung)

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved