SEBAGIAN Besar Tersangka Pemalsuan Surat Hasil Tes PCR Bekerja di Bandara Soekarno-Hatta

Sindikat pemalsu dan penjual hasil tes PCR palsu kebanyakan bekerja di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Budi S Malau
Aturan yang mewajibkan calon penumpang pesawat udara melakukan pemeriksaan PCR, dimanfaatkan kawanan penjahat mencari keuntungan. Keteranganfoto: Konferensi pers kasus pemalsuan hasil tes PCR di Bandara Soekarno Hatta. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, menjelaskan kasus ini, Senin (18/1/2021). 

Warga Lebak, Banten itu ditangkap pada 7 Januari 2021 di Pintu 5 Terminal 3 Kedatangan Bandara Soekarno Hatta

Perannya membuat surat keterangan hasil negatif tes PCR palsu dengan menggunakan laptop dan printer yang dimiliki.

Dia mendapatkan keuntungan sekitar Rp 200.000 per lembar surat

5. U alias B, pegawai fasilitas rapid test Kimia Farma di Terminal 2 Bandara Soetta.

Warga Banten itu ditangkap pada 7 Januari 2021 di kamar kost rekannya di Jalan Suryadarma, Kelurahan Benda, Tangerang, Banten.

"Perannya sebagai orang yang memiliki soft copy surat keterangan hasil negatif tes PCR dalam format PDF, yang dikirimk, digunakan, dan dicetak oleh tersangka DS.

6. AA (32) Bin T, relawan validasi Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soekarno Hatta.
Warga Benda Kota Tangerang itu ditangkap pada 7 Januari 2021 di kamar kostnya di Jalan Sastranegara, Jurumudi, Kota Tangerang, Banten.

Perannya memberikan fasilitas tempat kepada tersangka 4 yang sudah memiliki laptop dan printer untuk mencetak surat sesehatan palsu dari beberapa institusi kesehatan.

7. U (21), petugas keamanan Parking Internasional Terminal 3, Angkasa Pura Propertindo (APP).

Ditangkap pada 7 Januari 2021 di rumah kontrakannya di Kecamatan Benda, Kota Tangerang.

Sumber: Warta Kota

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved