SEBAGIAN Besar Tersangka Pemalsuan Surat Hasil Tes PCR Bekerja di Bandara Soekarno-Hatta

Sindikat pemalsu dan penjual hasil tes PCR palsu kebanyakan bekerja di lingkungan Bandara Soekarno-Hatta.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Budi S Malau
Aturan yang mewajibkan calon penumpang pesawat udara melakukan pemeriksaan PCR, dimanfaatkan kawanan penjahat mencari keuntungan. Keteranganfoto: Konferensi pers kasus pemalsuan hasil tes PCR di Bandara Soekarno Hatta. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, menjelaskan kasus ini, Senin (18/1/2021). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Media sosial menjadi sarana Sindikat penjual hasil pemeriksaan PCR palsu untuk beraksi

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, para pelaku menawarkan produknya di media sosial.

"Di akun mereka tulis 'yang mau PCR cuma butuh KTP ga usah SWAB benaran. 1 jam jadi, bisa dipake di seluruh Indonesia ga cuma di Bali. Dan tanggalnya bisa dipilih H-1/H-2, 100 persen lolos testimoni 30+'," ujar Yusri di Polda Metro Jaya pada 7 Januari lalu.

Menurut Yusri, di akun instagram MHA @handsday juga mengunggah pengiriman file format PDF hasil pemeriksaan SWAB atau PCR yang menampilkan 3 file, menggunakan logo dari Bumame Farmasi.

"Kemudian tersangka EAD mendapat file PDF surat keterangan pemeriksaan SWAB atau PCR yang telah dipalsukan dari tersangka MAIS. Tersangka MAIS menawarkan 'Wah Jualan PCR Seru Nih', yang ditanggapi tersangka EAD," kata Yusri.

Menurut Yusri, MAIS menggunakan surat hasil PCR dari Bumame Farmasi palsu itu untuk terbang ke Bali pada 23 Desember 2020.

Berbagi peran

"Dilanjutkan penyelidikan dan berhasil diamankan 9 tersangka ,dengan berbagai peran dalam memproduksi surat kesehatan palsu sebagai persyaratan menggunakan jasa penerbangan," lanjut Yusri.

Penyelidikan kepada 9 tersangka menghasilkan 6 tersangka lagi dalam kasus pemalsuan dokumen kesehatan ini.

Para tersangka yang ditangkap dan perannya dalam kejahatan itu adalah sebagai berikut:

1. MHJ (51), pekerja harian lepas atau tenaga bantuan operasional dan protokoler institusi.
MHJ diketahui mantan petugas keamanan PT Angkasa Pura Propertindo APP, yang terkena pengurangan jumlah pekerja pada Agustus 2020.

Warga Jalan Raya Ciracas, Jakarta Timur itu ditangkap pada Kamis 7 Januari 2021 di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta.

"Perannya sebagai pencari orang yang memerlukan surat kesehatan untuk proses penerbangan, tanpa melalui pemeriksaan kesehatan sesungguhnya yang harganya Rp 1 juta sampe Rp 1.1 juta. Dari satu surat palsu pelaku mendapatkan keuntungan sekira sebesar Rp 250.000," kata Yusri.

2. M alias A bin MY (55), calo tiket pesawat.

Warga Neglasari, Kota Tangerang itu ditangkap pada 7 Januari 2021 di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta

"Perannya sebagai perantara dari tersangka 1 kepada tersangka 3, sehingga tersangka 1 mendapatkan surat kesehatan untuk diserahkan kepada calon penumpang pesawat. M mendapatkan keuntungan per surat palsu sekira Rp 225.000 per lembar surat," kata Yusri.

3. ZAP (22), calo tiket pesawat.

Dia keponakan tersangka MY. ZAP ditangkap pada 7 Januari 2021 di kantin area parkir Terminal 2 D Bandara Soekarno Hatta.

"Dia berperan sebagai perantara antara tersangka 2 dan tersangka 4, dengan mendapatkan keuntungan sekira sebesar Rp 225.000 per lembar surat," kata Yusri.

4. DS (27) alias O alias NH, Eks Relawan Validasi KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Bandara Soekarno.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved