Polisi Bongkar Sindikat Penjual Hasil Tes PCR Palsu, 1 Tersangka Positif Covid-19

Aturan yang mewajibkan calon penumpang pesawat udara melakukan pemeriksaan PCR, dimanfaatkan kawanan penjahat mencari keuntungan.

Warta Kota/Budi S Malau
Aturan yang mewajibkan calon penumpang pesawat udara melakukan pemeriksaan PCR, dimanfaatkan kawanan penjahat mencari keuntungan. Keteranganfoto: Konferensi pers kasus pemalsuan hasil tes PCR di Bandara Soekarno Hatta. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, menjelaskan kasus ini, Senin (18/1/2021). 

Kemudian dilakukan penyelidikan lebih lanjut, dan tertangkaplah tujuh tersangka lainnya.

Masing-masing tersangka memiliki peran berbeda dalam produksi surat kesehatan palsu itu.

Para tersangka ini ialah MHJ, MA, ZAP, DS, UB, AA, UU, YS dan SB.

Alex menyebut pihaknya akan terus mengembangkan perkara pemalsuan surat hasil swab PCR ini.

Di media sosial

Yang menarik dari kasus ini ialah, polisi bergerak setelah pemalsuan surat hasil PCR palsu ini viral di media sosial.

Salah satu orang yang paling keras menyuarakan kejahatan ini adalah Tirta Mandira Hudhi, seorang influencer yang lebih akrab dengan nama Dokter Tirta.

240 pembeli

Polisi juga memeriksa orang-orang yang membeli surat keterangan sehat palsu itu, yang menurut Alexander Yurikho jumlahnya mencapai 240 orang.

Saat ini baru 4 orang pembeli surat palsu yang datang memberi keterangan. Menurut mereka, harga surat palsu itu Rp 1 juta per lembar.

Duh, padahal harga pemeriksaan PCR asli itu dipatok paling mahal Rp 950.000 saja. (Andika Panduwinata/Budi S Malau)

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved