Vaksin Covid 19

WHO Menentang Ide Vaccine Passport

Usulan vaccine passport mengundang pro dan kontra. WHO termasuk pihak yang menentang ide ini.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Serambinews.com
Usulan vaccine passport mendapat tentangan dari berbagai pihak, termasuk WHO. Ilustrasi paspor 

Katanya lagi, keharusan menunjukkan catatan kesehatan untuk mengakses area publik dan tempat eksklusif akan membatasi kebebasan individu.

"Ide ini memang akan melindungi orang-orang yang sehat dan sudah divaksinasi. Tapi orang-orang yang tak memiliki akses atau kemampuan melakukan tes Covid-19, atau vaksinasi, maka mereka tak bisa menunjukkan bahwa mereka sehat. Dus, kebebasan mereka dibatasi," kata Beduschi.

Selain itu ada pula yang menentang karena khawatir tidak ada lagi privasi data masyarakat dengan sistem ini.

Bukan hal baru

Sementara kelompok pendukung vaccine passport berargumentasi bahwa benda ini bukan hal baru di dunia, karena zaman dulu pun sudah digunakan.

"Sampai sekarang pun sertifikat bukti vaksin masih digunakan sebagai syarat mengunjungi sebuah negara. Yang sekarang ditawarkan sertifikat itu berbentuk digital," kata Andrew Bud, pendiri dan CEO iProov, salah satu perusahaan teknologi komunikasi informasi yang mengajukan proposal ke NHS, semacam BPJS-nya Inggris, untuk membuat sistem vaccine passport ini.

Menurut Bud, benda itu nantinya tak hanya digunakan untuk bepergian ke luar negeri, tetapi juga untuk masuk gedung perkantoran dan kampus.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved