Terminal Bus Kalideres Sediakan 2 Posko Rapid Test Antigen

Posko rapid test antigen di Terminal Bus Kalideres ada dua. Posko mandiri yang berbayar, dan posko milik Kementerian Perhubungan yang gratis.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa
Posko rapid test antigen di Terminal Kalideres, Jakarta Barat, Rabu (13/1/2021) 

WARTA KOTA TRAVEL -- Terminal bus Kalideres akan membuka kembali rapid test antigen'>posko rapid test antigen mandiri, namun kali ini bekerja sama dengan klinik yang berbeda.

"Dulu harganya Rp 150.000 untuk rapid test antigen. Kalau yang sekarang karena klinik berubah maka akan kami godok lagi harganya," kata Kepala Terminal Kalideres Revi Zulkarnaen pada Rabu (13/1).

Selain itu, imbuh Revi, semua masyarakat diperbolehkan melakukan rapid test antigen di posko mandiri tersebut.

Artinya tidak ada kewajiban menunjukan tiket bus untuk melakukan rapid test antigen di posko itu.

"Jadi posko mandiri ini sifatnya kesadaran sendiri dari penumpang ya. Karena kebijakan rapid test antigen untuk penumpang bus sifatnya random," kata Revi.

SE Satgas Penanganan Covid-19

Penumpang bus, kata Revi, memang tidak diwajibkan memiliki hasil rapid test antigen ketika naik bus.

Namun petugas akan memeriksa penumpang secara acak (random) saat berada di dalam bus. Mereka akan meminta dokumen rapid test antigen penumpang.

Hal ini sejalan dengan aturan dalam Surat Edaran Nomor 1 Tahun 2021, yang dikeluarkan Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19.

Rapid antigen gratis

Sementara itu, sebuah Posko rapid test antigen gratis juga didirikan di Terminal Kalideres.

Menurut Revi, posko didirikan oleh Kementerian Perhubungan.

Sebenarnya rapid test antigen'>posko rapid test antigen sudah berdiri sejak libur Natal dan Tahun Baru 2021, namun sekarang posko itu diteruskan begitu kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dimulai.

"Namun demikian rapid test antigen'>posko rapid test antigen gratis ini sifatnya random. Jadi kami yang pilih penumpang mana yang dicek untuk bisa berangkat dengan bus," kata Revi.

Selain itu, posko itu juga tidak rutin diadakan, sebab pihaknya masih menyesuaikan dengan jadwal petugas kesehatan dari puskesmas.

Hal itu lantaran petugas puskesmas masih membagi waktu dengan program vaksin Covid-19 dari pemerintah.

Untuk diketahui, Pemerintah menerapkan PPKM di Jawa-Bali mulai Senin (11/1/2021).

Aturan pembatasan PPKM tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 01 Tahun 2021, tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

Kebijakan pembatasan kegiatan masyarakat berlaku selama dua pekan, hingga 25 Januari 2021. (Desy Selviany)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved