Ancol

Taman Impian Jaya Ancol Membatasi Jumlah Pengunjung Selama PPKM Jawa-Bali

Taman Impian Jaya Ancol membatasi jumlah pengunjung sampai 75 persen totak kapasitas, sampai 25 Januari 2021.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Dok. Taman Impian Jaya Ancol
Taman Impian Jaya Ancol membatasi jumlah pengunjung sampai 75 persen totak kapasitas, sampai 25 Januari 2021. Keterangan foto: Kavling pikinik pantai Taman Impian Jaya Ancol, Pademangan, Jakarta Utara pada libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Selama pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali, taman hiburan Taman Impian Jaya Ancol membatasi jumlah pengunjung sampai 75 persen dari total kapasitas.

Dengan kata lain, selama 15 hari sejak 11 sampai 25 Januari 2021, tempat wisata di wilayah Pademangan, Jakarta Utara ini hanya menerima pengunjung sebanyak 25 persen dari total kapasitas.

Direktur Utama PT Taman Impian Jaya Ancol, Teuku Sahir Syahali, mengatakan pihaknya mendukung kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu, yang tertuang dalam SK Kepala Dinas Pariwisata dan Kreatif DKI Jakarta Nomor 16 tahun 2021.

“Kuota pengunjung kawasan wisata Taman Impian Jaya Ancol yaitu maksimal 25 persen kapasitas, dan jam operasional mulai pukul 05.00 sampai pukul 19.00,” ucap Sahir, Rabu (13/1/2021).

Pembatasan jarak

Selain itu, manajemen juga membuat pembatas jarak antar-pengunjung di seluruh unit rekreasi, seperti di kawasan pantai dalam bentuk kavling-kavling.

Sementara untuk unit rekreasi seperti Dunia Fantasi, Ocean Dream Samudra, dan Sea World Ancol dilakukan dengan upaya pembatasan jarak di jalur antrean dan pertunjukan.

“Tidak hanya di kawasan rekreasi, manajemen Ancol juga menerapkan jaga jarak dan pembatasan kapasitas di seluruh restoran yang berada di kawasan Taman Impian Jaya Ancol,” ucap Sahir.

Tiket daring

Masyarakat yang ingin berekreasi ke Ancol wajib membeli tiket masuk secara daring, lewat www.ancol.com.

Ada sejumlah aturan yang harus dipenuhi calon pengunjung saat membeli tiket Ancol, seperti tidak memiliki penyakit komorbid atau dalam kondisi yang rentan penularan, seperti sedang hamil.

Seluruh pengunjung wajib menerapkan protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan air dan sabun sebelum dan setelah beraktivitas.

“Pada saat kedatangan, setiap pengunjung akan diperiksa suhu tubuh oleh petugas. Jika diatas 37,3 derajat celcius maka akan diminta menjadwalkan ulang kunjungannya,” kata Sahir.

Sanksi

Manajemen juga bekerja sama dengan Satpol PP, TNI-Polri untuk melakukan patroli dan imbauan, serta sanksi kepada pengunjung dan mitra yang terdapat pelanggaran protokol kesehatan.

“Sanksi tersebut berupa kerja sosial dengan membersihkan fasilitas umum, atau denda administratif,” ucapnya.

Sahir menambahkan peraturan yang diterapkan sejak dibukanya kembali kawasan wisata Ancol, usai penerapan masa PSBB terus ditingkatkan penerapan kedisplinannya.

“Kami berharap seluruh pengunjung dapat mendukung peraturan tersebut dengan tetap displin mejalankan protokol kesehatan dan ketentuan yang telah dibuat oleh manajemen,” kata Sahir.

Pemprov DKI Jakarta menindaklanjuti PPKM melalui Pergub Nomor 3 Tahun 2021 dan SK Kepala Dinas Pariwisata dan Kreatif DKI Jakarta Nomor 16 Tahun 2021 pembatasan kapasitas dan jam opersional pada sektor usaha pariwisata. (Junianto Hamonangan)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved