Pesawat Jatuh

Pesawat Sriwijaya Air Rute Jakarta - Pontianak Jatuh di Kepulauan Seribu

Pesawat Sriwijaya Air rute penerbangan Jakarta - Pontianak jatuh di wilayah Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021).

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/M Nur Ichsan
Crisis Center jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 di Terminal 2D Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (9/2/2021). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Industri penerbangan Indonesia tengah berduka akibat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ182, pada Sabtu (9/1) sore.

Pesawat dengan rute Jakarta - Pontianak itu hilang kontak pada pukul 14.39 WIB, sekitar 3 menit setelah mengudara dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dalam konferensi pers yang ditayangkan Kompas TV, Bambang Suryo Aji, selaku Deputi Operasi dan Kesiapisagaan Basarnas, menyatakan bahwa pesawat jenis Boeing 737-500, dengan nomor registrasi PK-CLC itu jatuh di perairan Kepulauan Seribu.

Dugaan titik jatuh

Namun sampai saat ini pihak Basarnas masih mencari titik jatuhnya pesawat, yang akan menjadi lokasi operasi pencarian para korban.

Dugaan sementara, pesawat tersebut jatuh di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu.

"Kedalaman laut di antara Pulau Laki dan Pulau Lancang itu antara 20 sampai 23 meter," kata Bambang Suryo Aji.

Jumlah korban

Sebagaimana tertera dalam manifes yang dibagikan, pesawat naas itu mengangkut 56 penumpang, yang terdiri dari 46 orang dewasa, 7 anak-anak, dan 3 bayi.

Jumlah awak pesawat 6 orang, yang terdiri dari 2 pilot dan 5 kru kabin.

Mereka adalah Afwan sebagai kapten pilot, Diego Mamahit sebagai first officer atau ko-pilot, Dhika, Okky Bisma, Mia Tresetyani, dan Gita Lestari sebagai kru kabin.

Terlihat pula bobot muatan kargo dalam pesawat yang diterbangkan Kapten Pilot Afwan dan Ko-pilot Diego Mamahit itu, yakni 500 kilogram yang terbagi dalam 42 colli atau paket dan tas.

Terlambat

Sementara, sebagaimana dimuat laman Flightradar24, penerbangan SJ182 ini seharusnya dijadwalkan terbang pada pukul 13.40 WIB. Namun pesawat tersebut baru mengudara pada pukul 14.36 WIB.

Sampai berita ini ditulis tidak ada penjelasan soal keterlambatan pesawat tersebut.

Pada saat pesawat hilang kontak dengan ATC (Air Traffic Control) Soekarno-Hatta, menurut Flightradar 24, ketinggian pesawat baru 250 kaki, atau 76,2 meter. Namun pesawat sempat mencapai ketinggian 10.900 kaki atau 3,322 meter.

Crisis center

Menurut laporan Rizki Amana, reporter Warta Kota yang menunggu di Bandara Soekarno-Hatta, Menteri Perhubungan (Menhub RI), Budi Karya Sumardi, langsung mendirikan posko atau crisis center di Terminal 2D Bandara Soetta.

Keluarga penumpang bisa mendatangi posko itu mencari informasi terbaru mengenai kerabatnya yang menjadi korban.

Pihak Sriwijaya Air juga menyediakan nomor hotline 021 – 8063 7816 dan 021 – 8063 7817, bagi keluarga penumpang yang hendak mengetahui perkembangan pencarian korban.

Sementara pihak Polres Pelabuhan Tanjungpriok membuka posko pencarian di pokso di Dermaga JICT II Pelabuhan Tanjungpriok. Hal ini diutarakan langsung oleh Kapolres Pelabuhan Tanjungpriok, AKBP Ahrie Sonta, kepada reposter Warta Kota, Junianto Hamonangan.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved