Wabah Covid 19

Menanti Kabar Baik dari Strategi Rapid Antigen di Masa Libur Natal dan Tahun Baru

Protokol bepergian pada tahun 2021 tidak akan banyak berubah dari tahun 2020, selama pandemi Covid-19 masih berlangsung.

Penulis: AC Pinkan Ulaan
Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Karolina Grabowska
Protokol bepergian pada tahun 2021 tidak akan banyak berubah dari tahun 2020, selama pandemi Covid-19 masih berlangsung. 

- Hasil strategi rapid test antigen masa liburan Natal dan Tahun Baru mulai terlihat hari ini.

- Protokol bepergian di tahun 2021 masih tetap ketat selama pandemi Covid-19 masih berlangsung.

- Pemeriksaan ganda Covid-19 dan karantina bisa menjadi syarat baku bepergian pada tahun 2021.

WARTA KOTA TRAVEL -- Tahun 2021 sudah tiba, dengan membawa segala peluang dan harapan akan situasi yang lebih baik dari tahun 2020.

Maklum, banyak orang menganggap tahun 2020 adalah tahun yang kelam gara-gara pandemi Covid-19.

Khusus bagi pencinta travelling, tahun 2020 adalah tahun yang menyesakkan sebab mereka tak bisa menyalurkan hobi secara maksimal.

Aturan pembatasan sosial berskala besar (PSBB), di tambah kekhawatiran terpapar Covid-19, membuat mereka rela berada di rumah saja.

Maka tak mengherankan bila harapan mereka di tahun 2021 ini adalah bisa kembali jalan-jalan, dan tentunya tanpa rasa khawatir.

Namun tampaknya para traveller harus sabar sedikit lagi, mungkin selama 3 bulan pertama di tahun 2021 ini. Setidaknya sampai program vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah dimulai.

Fenomena libur panjang

Lagi pula, Pemerintah juga masih menunggu hasil libur Natal dan Tahun Baru, yang baru akan selesai pada 8 Januari 2021, yakni persentase peningkatan kasus positif Covid-19.

Pasalnya, angka kasus Covid-19 selalu meningkat setiap kali usai libur panjang.

Sebagai contoh,  Jakarta Smart City melansir data peningkatan persentase kasus Covid-19 di Jakarta, dalam 3 liburan panjang.

Libur 22-25 Mei 2020, yang merupakan libur Hari Raya Lebaran, angka kasus naik 7,11 persen.

Libur pada tanggal 20-23 Agustus 2020, atau libur Hari Raya Idul Adha, terjadi kenaikan 77,36 persen.

Kemudian libur pada 29 Oktober - 1 November 2020, yang merupakan libur Hari Raya Maulid Nabi, kenaikannya 59,67 persen.

Strategi rapid antigen

Karena itulah, pada libur Natal dan Tahun Baru ini Pemerintah mengubah strategi, dengan mewajibkan hasil rapid test antigen sebagai dokumen bepergian. Hal ini diperkuat dengan Surat Edaran (SE) Nomor 3 Tahun 2020.

Metode pemeriksaan rapid antigen ini memang lebih akurat dari rapid antibodi. Pasalnya rapid antigen mendeteksi kehadiran virus corona 2 dalam tubuh, meski hanya tipis-tipis.

Sementara rapid antibodi hanya mendeteksi reaksi antibodi, yang ternyata baru muncul 7-10 hari setelah seseorang terpapar virus.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved