Natal dan Tahun Baru

Jalan-jalan Menuju Bundaran HI dan Monas Ditutup dan Dijaga pada Malam Tahun Baru

Ruas jalan menuju Monas ditutup pada Malam Tahun Baru, untuk mencegah warga datang ke tempat itu.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Angga Baghya N
Ruas jalan menuju Monas ditutup pada Malam Tahun Baru, untuk mencegah warga datang ke tempat itu. Keterangan foto: Petugas pemadam kebarakan menyemprotkan cairan disinfektan di kompleks Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Rabu (17/6/2020). Penyemprotan disinfektan ini dilakukan guna memutus rantai penyebaran virus Corona atau Covid-19 jelang dibukanya kembali untuk umum di era PSBB transisi. 

"Jadi petugas Dishub bisa mengarahkan (kendaraan) kejalan alternatif yang boleh dilalui," kata Irwandi.

Sosialisasi

Irwandi juga meminta Sudin Kominfotik mulai aktif mensosialisasikan penutupan jalan di Jakarta Pusat pada Malam Tahun Baru.

Hal itu juga bisa mencegah warga keluar rumah, karena tidak ada tempat yang dituju untuk menyambut Tahun Baru.

Irwandi juga meminta Satpol PP Jakarta Pusat memasang spanduk penutupan jalan di Simpang Lima Senen. Sebab tempat itu menjadi akses bagi warga yang hendak ke kawasan Monas.

"Jadi pengendara dari Matraman atau pegendara dari Ancol yang hendak ke Monas tahu bahwa jalan di sekitar situ ditutup," papar Irwandi.

Pemkot Jakarta Pusa memang khawatir Monas akan menjadi tujuan warga, karena Ancol tutup pada Malam Tahun Baru.

Maka spanduk-spanduk pengumuman penutupan jalan harus sudah dipasang di lokasi-lokasi strategis.

Selain itu Irwandi meminta petugas-petugas Dishub dan Satpol PP menjaga ketat kawasan-kawasan ramai di Jakarta Pusat, selain Monas dan Bundaran HI.

Misalnya saja kawasan Kemayoran, yang kerap dijadikan tempat pemuda berkumpul.

Kawasan-kawasan tersebut dikhawatirkan pula menjadi tujuan warga, karena tempat-tempat yang biasanya ramai saat Malam Tahun Baru ditutup.

Pemprov DKI Jakarta sejak jauh-jauh hari mengimbau warganya, agar tidak membuat acara kumpul-kumpul pada Malam Tahun Baru.

Hal itu untuk mencegah terjadi kerumunan massa, dan menjadi ajang penularan Covid-19.

Larangan itu tertuang dalam Seruan Gubernur Nomor 17 tahun 2020, tentang pengendalian kegiatan masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru 2020. (Joko Suprianto/Desy Selviany)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved