Natal dan Tahun Baru

Warga Jakarta Diimbau Rayakan Tahun Baru di Rumah Saja

Warga DKI Jakarta diimbau tetap berada di rumah pada Malam Tahun Baru 2021, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Cottonbro
Pemprov DKI Jakarta melarang kegiatan pesta menyambut Tahun Baru 2021, karena berpotensi menimbulkan kerumunan. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Perayaan Tahun Baru identik dengan pesta meriah, sebagai wujud harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Hanya saja, pandemi Covid-19 membuat tradisi pesta tak bisa dilaksanakan saat menyambut tahun 2021 besok.

Pasalnya pesta diyakini akan menyebabkan penyebaran virus SARS-CoV-2, yang meyebabkan Covid-12.

Karena itulah Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Pusat (Jakpus) dan Jakarta Barat (Jakbar) mengimbau warganya tetap berada di rumah di malam pergantian tahun nanti.

Hal itu diutarakan Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Jakarta Pusat, Irwandi, dalam sebuah video yang dipublikasikan lewat media sosial pada Senin (28/12).

Seruan gubernur

Di sana Irwandi meminta warga menaati Seruan Gubernur Nomor 17 Tahun 2020.

Seruan gubernur itu sendiri diterbitkan pada 17 Desember 2020, bersama dengan instruksi Gubernur Nomor 64 Tahun 2020, yang isinya mengatur kegiatan masyarakan DKI Jakarta pada masa libur Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021, untuk pencegahan penyebaran Covid-19.

"Jadi saya ingatkan beberapa hal, pertama prioritaskan tetap di rumah saja. Keluar rumah hanya untuk keperluan yang mendesak, dan pastikan selalu terapkan prokes 3 M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan)," ujar Irwandi.

Warga Jakarta Pusat juga diimbau selalu menghindari kerumunan di manapun.

Selain warga, pusat perbelanjaan mall, rumah makan, dan lain-lain diwajibkan menetapkan batasan waktu operasi paling lama sampai pukul 21.00.

Kapasitas pengunjung mall dan rumah makan juga tidak boleh lebih dari 50 persen.

"Pandemi ini masih sangat mengancam, jangan lengah, kita lakukan apa yang bisa dilakukan untuk kebaikan bersama. Semoga Tuhan melindungi kita semua," tandas Irwandi.

Klaster keluarga

Hal yang sama juga diutarakan Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto. Bahkan dia meminta masyarakat waspada kemungkinan klaster keluarga di tengah libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021.

Menurut Uus, momen liburan Natal dan Tahun Baru 2020 dapat menjadi ajang penularan Covid-19, apabila masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar.

Misalnya saja, apabila seorang anggota keluarga memilih pergi keluar rumah saat libur Natal dan Tahun Baru, maka dia berisiko menularkan penyakit ke anggota keluarga lainnya.

"Jadi saya imbau warga Jakarta Barat, sesuai dengan seruan gubernur maka di libur Natal dan Tahun Baru 2021 ini tetap di rumah saja," kata Uus.

Selain di luar rumah, menurut Uus, prokes juga harus diterapkan di dalam rumah. Sebab saat ini potensi penularan Covid-19 bukan hanya terjadi di luar lingkungan tapi, juga dapat terjadi di dalam rumah.

Misalnya saja virus terbawa anggota keluarga yang baru pulang dari aktivitas di luar rumah.

"Selain itu bisa juga virus dibawa oleh tamu yang berkunjung ke rumah, sehingga menciptakan klaster Covid-19 keluarga," lanjut Uus.

Maka dari itu, perlu menerapkan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk di dalam rumah sendiri.

Tutup

Saat ini kata Uus, sesuai dengan surat edaran Seruan Gubernur Nomor 17 tahun 2020, pihaknya mulai menjaga tempat-tempat keraiaman di Jakarta Barat. Contohnya mall dan rumah makan wajib tutup pukul 21.00.

Sementara untuk titik keramaian, seperti kawasan wisata Kota Tua, RPTRA Kalijodo, dan Sentra Primer Barat di Kembangan ditutup sementara selamamasa liburan Natal dan Tahun Baru.

Hal itu untuk mengurangi potensi kerumunan menjelang tahun baru 2021.

"Kami juga sudah edarkan seruan gubernur kepada mulai dari RT, RW, hingga tingkat kelurahan agar dapat dipahami masyarakat," tandasnya.

Memperkuat

Gubernur Provinsi DKI Jakarta, Anies Baswedan, menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 64 Tahun 2020 tentang pelaksanaan pengendalian, serta Seruan Gubernur No 17 Tahun 2020 tentang pengendalian kegiatan masyarakat.

Instruksi dan seruan ini diterbitkan gubernur dalam rangka mengendalikan mobilitas serta kegiatan masyarakat, sekaligus langkah antisipasi munculnya klaster liburan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal serta Tahun Baru 2021.

Dikutip dari www.ppid.jakarta.go.id, Gubernur Anies mengatakan, Ingub dan Sergub ini merupakan langkah antisipasi ekstra dari Pemprov DKI, dalam menghadapi musim liburan yang berpotensi terjadinya paparan virus Covid-19.

Penerbitan Ingub dan Sergub tersebut untuk memperkuat pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi yang masih berlaku.

"Bahwa perangkat hukum kita berupa Pergub (yang mengatur PSBB) tidak perlu ada perubahan. Yang dilakukan adalah tambahan berupa seruan gubernur, instruksi gubernur, dan SK kepala dinas yang relevan. Secara garis besar kita berhadapan dengan musim liburan sesungguhnya, memasuki akhir tahun ini," kata Gubernur Anies dalam rapat koordinasi dengan berbagai SKPD, Rabu (16/12/2020).

Anies menambahkan, meskipun dalam Ingub dan Sergub mengatur kegiatan usaha, seperti jam operasional perkantoran dan tempat usaha, namun semangat yang ingin diimplikasikan adalah mengendalikan kegiatan yang sifatnya sosial dan keluarga.

Sebab, Jakarta sendiri sempat mengalami lonjakan kasus positif Covid-19 pada klaster keluarga akibat libur panjang pada bulan Oktober dan November lalu. (Desy Selviany)

Sumber: Warta Kota

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved