Natal dan Tahun Baru

Warga Jakarta Diimbau Rayakan Tahun Baru di Rumah Saja

Warga DKI Jakarta diimbau tetap berada di rumah pada Malam Tahun Baru 2021, untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Cottonbro
Pemprov DKI Jakarta melarang kegiatan pesta menyambut Tahun Baru 2021, karena berpotensi menimbulkan kerumunan. 

Selain warga, pusat perbelanjaan mall, rumah makan, dan lain-lain diwajibkan menetapkan batasan waktu operasi paling lama sampai pukul 21.00.

Kapasitas pengunjung mall dan rumah makan juga tidak boleh lebih dari 50 persen.

"Pandemi ini masih sangat mengancam, jangan lengah, kita lakukan apa yang bisa dilakukan untuk kebaikan bersama. Semoga Tuhan melindungi kita semua," tandas Irwandi.

Klaster keluarga

Hal yang sama juga diutarakan Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto. Bahkan dia meminta masyarakat waspada kemungkinan klaster keluarga di tengah libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021.

Menurut Uus, momen liburan Natal dan Tahun Baru 2020 dapat menjadi ajang penularan Covid-19, apabila masyarakat tidak menerapkan protokol kesehatan dengan baik dan benar.

Misalnya saja, apabila seorang anggota keluarga memilih pergi keluar rumah saat libur Natal dan Tahun Baru, maka dia berisiko menularkan penyakit ke anggota keluarga lainnya.

"Jadi saya imbau warga Jakarta Barat, sesuai dengan seruan gubernur maka di libur Natal dan Tahun Baru 2021 ini tetap di rumah saja," kata Uus.

Selain di luar rumah, menurut Uus, prokes juga harus diterapkan di dalam rumah. Sebab saat ini potensi penularan Covid-19 bukan hanya terjadi di luar lingkungan tapi, juga dapat terjadi di dalam rumah.

Misalnya saja virus terbawa anggota keluarga yang baru pulang dari aktivitas di luar rumah.

Sumber: Warta Kota

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved