Natal dan Tahun Baru

Garuda Indonesia Menyambut Baik Syarat Wajib Uji PCR bagi Penumpang Pesawat Udara

Garuda Indonesia menyambut baik kebijakan Pemerintah, yang mewajibkan uji PCR bagi seluruh penumpang pesawat udara, pada libur Natal dan Tahun Baru.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/AC Pingkan
Bentuk menjaga jarak yang diterapkan Garuda Indonesia di pesawat tipe A330-300. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Pemerintah Republik Indonesia (RI) mengubah syarat surat keterangan bebas Covid-19, untuk bepergian menggunakan pesawat udara di masa libu Natal dan Tahun Baru.

Bila tadinya penumpang bisa membawa hasil pemeriksaan rapid antibodi, dengan hasil non-reaktif, sebagai syarat, kini hanya hasil negatif dalam pemeriksaan polymerase chain reaction (PCR) yang diterima.

Rupanya hal ini tak menjadi masalah bagi maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia.

Maskapai penerbangan milik negara itu menyambut baik ketentuan pemeriksaan PCR, bagi penumpang pesawat yang akan melakukan perjalanan dari dan ke sejumlah wilayah di Indonesia.

Sesuai rekomendasi WHO, pemeriksaan swab berbasis PCR merupakan metode diagnosa yang memiliki tingkat akurasi paling tinggi, sebagai "gold standard" uji diagnostic Covid-19 .

Keselamatan dan kenyamanan

"Kami memahami bahwa libur akhir tahun kali ini tidak hanya tentang perayaan, kegembiraan, dan keluarga, tapi juga tentang keamanan, kenyamanan, serta keselamatan kita bersama," ujar Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra, dalam siaran pers yang dikirim kepada Warta Kota, Kamis (17/12/2020).

Irfan berharap, ketentuan pemeriksaan PCR ini dapat dimaknai sebagai upaya untuk memastikan rasa aman dan nyaman masyarakat, selama menjalani liburan akhir tahun bersama keluarga.

"Kami percaya, di tengah situasi pandemi ini, kebutuhan akan rasa aman dan nyaman masyarakat menjadi prioritas penting dalam melaksanakan perjalanan. Tidak hanya pada saat menggunakan transportasi udara, namun juga ketika sampai di destinasi," ucapnya.

Partisipasi masyarakat

Garuda Indonesia, katanya, berkomitmen menghadirkan penerbangan sehat yang terus dioptimalkan, melalui berbagai upaya penerapan protokol kesehatan di seluruh lini operasional.

“Upaya percepatan penanganan pandemi Covid-19 ini tentunya membutuhkan peran aktif seluruh pihak, termasuk masyarakat luas dengan senantiasa taat dan mematuhi aturan protokol kesehatan yang ditetapkan, untuk kebaikan dan kepentingan bersama," tandas Irfan.

Syarat hasil uji PCR itu berlaku mulai tanggal 18 Desember 2020. Maka tak mengherankan bila sehari sebelumnya, Kamis (17/12), tepatnya pada pagi hari terjadi lonjakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta.

Bahkan antrean calon penumpang mengular di depan loket verifikasi dokumen hasil rapid test antibody di Terminal 3 Bandara Soetta.

Tampaknya mereka memanfaatkan waktu hari terakhir hasil rapid test antibody bisa digunakan, sebagai syarat bepergian.

"Memang hari ini terjadi lonjakan penumpang. Sehingga ada antrean panjang saat proses verifikasi dokumen kesehatan," kata, Darmawali Handoko, selaku Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bandara Soetta, Kamis (17/12). (*/Andika Panduwinata)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved