Natal dan Tahun Baru

Mengenali Tingkat Risiko Bepergian di Libur Akhir Tahun

Semakin tinggi mobilitas masyarakat, semakin tinggi risiko penularan Covid-19 yang mengintainya.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Istimewa/Ika Chandra V
Semakin tinggi mobilitas masyarakat, semakin tinggi risiko penularannya. Keterangan foto: Kondisi Jalan Tol Semarang-Solo dengan jalan beton yang mulus. Foto diambil pada Rabu (2/12/2020). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Pemerintah Republik Indonesia (RI) mewajibkan masyarakat yang akan bepergian pada libur Natal dan Tahun Baru, melakukan tes rapid antigen sebelum berangkat.

Hanya individu yang hasil tesnya negatif yang boleh bepergian. Sementara orang yang hasil tesnya positif harus melakukan isolasi.

Instruksi ini bukan tanpa sebab, karena beberapa kali musim liburan selalu menghasilkan kenaikan angka kasus positif (positivity rate) Covid-19.

Sebagaimana tertera dalam siaran pers Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19, mobilitas masyarakat yang tinggi di masa pandemi COVID-19 berisiko tinggi dalam hal penularan.

Karena itu perlu langkah antisipasi, yang bentuknya adalah hasil uji rapid antigen sebagai syarat bepergian, pada libur Natal dan Tahun Baru.

Tingkat risiko

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Profesor Wiku Adisasmito, mengingatkan agar masyarakat tidak perlu melakukan perjalanan jika tidak mendesak.

"Saya mengimbau masyarakat, jika perjalanan ini tidak mendesak diharapkan tidak melakukannya," katanya, saat memberi keterangan pers perkembangan penanganan COVID-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (15/12/2020).

Masyarakat juga diharapkan mampu mengenali dengan baik risiko setiap jenis mobilitas dan kegiatan yang dilakukan.

Misalnya kondisi dengan risiko penularan terendah ialah beraktivitas di rumah, dan hanya berinteraksi dengan keluarga inti.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved