Garuda Indonesia Proyeksikan Pemulihan Penumpang Capai 50 Persen di Tahun 2021

Garuda Indonesia proyeksi pemulihan jumlah penumpang di tahun 2021 mencapai 50 persen dari masa sebelum pandemi.

Instagram/garuda.indonesia
Ilustrasi Garuda Indonesia 

Bisnis kargo

Lebih lanjut Irfan menjelaskan, perseroan juga berhasil mempertahankan konsistensi kinerja bisnis kargo, di mana pada Oktober 2020 Garuda Indonesia Group mencatat jumlah tertinggi angkutan kargo sejak pandemi dimulai.

Pada saat itu tercatat 21.980 ribu ton kargo, yang setara dengan 83 persen dari jumlah angkutan kargo pada masa sebelum pandemi.

"Dengan capaian tersebut, bisnis kargo memiliki potensi yang dapat terus dimaksimalkan ke depannya. Bahkan melebihi capaian angkutan kargo sebelum masa pandemi. Khususnya dengan momentum perkembangan industri e-commerce di Indonesia saat ini," kata Irfan.

Target 2021

Menjelang 2021, Garuda Indonesia akan terus memperkuat upaya akselerasi pemulihan kinerja perseroan, dengan fokus utama menyelaraskan strategi perusahaan melalui optimalisasi pangsa pasar domestik, maupun lini bisnis penunjangseperti kargo udara, umrah, dan perluasan portofolio bisnis anak usaha.

Saat ini, Garuda Indonesia Group melalui lini usaha perawatan pesawat GMF Aero Asia tengah memperkuat segmen airframe dan line maintenance, melalui rencana perluasan layanan hanggar yang dikembangkan di Denpasar, untuk memaksimalkan potensi market di wilayah Indonesia Timur.

Sedangkan Citilink yang merupakan lini usaha low cost carrier tengah fokus mengoptimalkan pangsa pasar rute penerbangan domestik, yang didukung oleh feeder pesawat ATR 72 600 yang nantinya akan membuka akses ke wilayah kawasan ekonomi baru di Indonesia.

Lebih lanjut, lini usaha Aerofood ACS juga tengah memperkuat fokus bisnisnya dia sektor produk retail dan industrial catering. (*/Andika Panduwinata)

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved