Natal dan Tahun Baru

Nekat Gelar Pesta Tahun Baru, Urusannya sama Polisi Lho

Tempat usaha yang nekat menggelar pesta Malam Tahun Baru di Jakarta, akan berhadapan dengan polisi.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Pexels.com/Cottonbro
Pemprov DKI Jakarta melarang kegiatan pesta menyambut Tahun Baru 2021, karena berpotensi menimbulkan kerumunan. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah memutuskan, melarang pesta Malam Tahun Baru 2021, karena situasi pandemi Covid-19.

Meskipun keputusan itu terasa menyesakkan, jangan coba-coba melanggarnya ya, karena nanti yang dihadapi bukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) melainkan polisi dari Polda Metro Jaya.

Pasalnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, sudah memastikan bahwa pihaknya akan menindakan tegas pihak-pihak yang nekat menggelar keramaian, untuk merayakan pergantian tahun.

"Baik itu tempat hiburan, kafe, tempat wisata, hotel atau lainnya kami minta tidak menggelar keramaian perayaan pergantian tahun untuk kali ini. Sebab ini masih masa pandemi Covid-19, dan rentan menimbulkan klaster baru," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Selasa (15/12/2020).

Dia menjelaskan kegiatan malam Tahun Baru yang sifatnya berkerumun untuk tahun ini ditiadakan dan dilarang.

Tak keluarkan izin keramaian 

Pihaknya tidak akan memberikan izin keramaian untuk para pengusaha yang ingin menyelenggarakan pesta Malam Tahun Baru 2021.

"Jika ditemukan pelangggaran akan kita tindak tegas sesuai aturan. Karena di masa pandemi Covid-19 ini sudah jelas, tidak boleh ada kerumunan," katanya mengulangi ultimatumnya.

Bahkan dalam beberapa hari terakhir ini, katanya, sudah ada beberapa tempat yang ditindak tegas pihaknya, dan terkena sanksi penutupan sementara.

"Beberapa kafe ada yang memang melebihi jam operasional, dan kapasitas melebihi ketentuan, kita tindak. Bahkan beberapa cafe kita ajukan untuk dicabut izinnya, karena ada peredaran narkoba di sana," katanya.

Dia mencontohkan kafe Kilo Kitchen di Jakarta, sebab ditemukan peredaran narkoba terjadi di sana.

"Kami sudah sampaikan kepada Dinas Pariwisata untuk ditutup dan dicabut izinnya. Sudah diamini oleh Pak Wagub, karena rekomendasi dari kami untuk mencabut izinnya," kata Yusri.

Selain itu, lanjut Yusri, ada beberapa tempat yang disegel selama seminggu sampai dua minggu.

Pembatasan jam operasional

Menurut Yusri sejumlah kebijakan pemerintah sudah disampaikan, di mana masa liburan dikurangi.

"Kemudian di sini kita rumuskan, dan sudah keluar surat edaran untuk pembatasan kegiatan keramaian di masa Pandemi Covid-19 ini" katanya.

Dipastikan Yusri, perizinan untuk keramaian Malam Tahun Baru tidak akan dikeluarkan oleh Polda Metro Jaya.

"Jadi kita sepakat bersama, semuanya tidak ada kegiatan perayaan Malam Tahun Baru yang biasanya ada di beberapa tempat wisata, seperti Ancol, Taman Mini, dan sebagainya. Kali ini tidak ada kegiatan malam pergantian tahun," kata Yusri.

Dia mencontohkan, Ancol hanya buka sampai jam 5 sore, begitu juga TMII.

"Jadi segala bentuk yang sifatnya membuat kerumunan ini tidak diperbolehkan," tandas Yusri. (Budi S Malau)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved