Natal dan Tahun Baru

Anggota DPRD DKI Jakarta Pro dan Kontra Menanggapi Tak Ada Pesta Malam Tahun Baru di Jakarta

Anggota DPRD DKI Jakarta ada yang setuju dan tidak dengan keputusan Pemprov DKI Jakarta melarang pesta Malam Tahun Baru.

Pexels.com/Cottonbro
Pemprov DKI Jakarta melarang kegiatan pesta menyambut Tahun Baru 2021, karena berpotensi menimbulkan kerumunan. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melarang pelaku usaha pariwisata menyelenggarakan pesta Malam Tahun Baru, ditanggapi pro dan kontra oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Zita Anjani, mengatakan bahwa semua orang yang berada di Jakarta harus menghormati keputusan Pemda DKI ini.

Menurut Zita, kesuksesan dalam mengendalikan Covid-19 tidak hanya di tangan pemerintah, tapi harus ada kemauan dari masyarakat.

“Saya mengajak masyarakat agar bertanggung jawab untuk mengikuti protokol kesehatan, demi mencegah penyebaran Covid-19,” kata anggota dewan dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) ini, Kamis (10/12/2020).

Virtual

Zita menambahkan, banyak cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun, yang jatuh pada Kamis (31/12/2020). Salah satunya dengan secara virtual.

“Sebaiknya warga tetap di rumah, dan rayakan malam pergantian tahun secara virtual,” jelas Zita.

Mendukung perekonomian

Sementara itu Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, merupakan pihak yang kontra.

Dia menyayangkan kebijakan Pemprov DKI itu, dengan pertimbangan bahwa acara perayaan Malam Ttahun Baru bisa menggerakan perekonomian.

Halaman
12
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved