Wisata Bogor

Duh, Waspada Ancaman Banjir saat Berwisata ke Curug di Musim Hujan

Berwisata ke air terjun, atau curug, pada musim hujan perlu ekstra waspada ancaman banjir.

Warta Kota/AC Pingkan
Leuwi Hejo di Desa Sukamakmur, Kabupaten Bogor, salah satu destinasi favorit masyarakat Jakarta di masa pandemi. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Wisata ke air terjun, atau curug dalam bahasa setempat, di Bogor tengah diminati masyarakat Jabodetabek.

Sebut saja Curug Nangka dan Curug Seribu di kaki Gunung Salak, atau Leuwi Hejo dan Leuwi Lieuk di daerah Sentul.

Namun di musim hujan seperti sekarang, hendaknya pengunjung curug berhati-hati dengan kemungkinan terjadi banjir di hulu sungai.

Leuwi Lieuk di Desa Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Memiliki kedalaman  sampai 7 meter.
Leuwi Lieuk di Desa Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Memiliki kedalaman sampai 7 meter. (Warta Kota/AC Pingkan)

Bila turun hujan, apalagi deras, lebih baik segera keluar dari air, mengingat kebanyakan wisata curug di Kabupaten Bogor dikelola secara tradisional oleh masyarakat setempat.

Beberapa wisata curug berada di kawasan yang dikelola Perhutani, namun juga masih tradisional.

Tradisional yang dimaksud di sini ialah tidak ada sistem peringatan dini soal banjir di hulu sungai. Maka kiriman air berlimpah bisa datang secara tiba-tiba.

Masih ditutup

Lagi pula, sekarang wisata Pemerintah Kabupaten Bogor sedang menutup kegiatan wisata ke curug. Penyebabnya apalagi kalau bukan pandemi Covid-19 yang masih meraja lela.

Larangan ini sebenarnya untuk semua wisata air, seperti water park, kolam renang, termasuk curug dan leuwi.

Beberapa waktu lalu Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan, mengatakan sampai saat ini wisata air belum dibuka karena berpotensi menyebarkan virus corona 2.

“Wisata air belum dibuka. Kalau ada yang masih lolos jalan-jalan ke curug, maka itu kemungkinan wisatawan yang sedang camping,” kata Iwan.

Penutupan wisata air akan berlangsung selama pembatasan sosial berskala besar (PSBB) Kabupaten Bogor, yang saat ini sudah masuk jilid 6.

PSBB ini dijadwalkan berakhir tanggal 23 Desember 2020 besok. Namun, bila angka kasus positif Covid-19 di Kabupaten Bogor masih tinggi, bisa saja PSBB diperpanjang.

Untuk menghindari warganya terpapar Covid-19, Pemkab Bogor akan melakukan pengawasan lebih ketat terhadap tempat-tempat wisata, termasuk curug.

“Kita akan lakukan pengawasan ketat terkait protokol kesehatan, agar tidak menimbulkan klaster baru,” tandasnya. (Hironimus Rama)

Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved