Libur Panjang Ditengarai sebagai Biang Keladi Peningkatan kasus Covid-19 di Depok

Libur panjang memperingati Hari Raya Maulid Nabi ditengarai meningkatkan kasus positif Covid-19 di Kota Depok.

Istimewa
Ilustrasi virus corona. 

Bila ada satu ruangan ICU yang kosong di dalam satu rumah sakit, maka langsung diisi.

Novarita mengatakan, karena di rumah sakit tersebut penuh, mereka tidak bisa memasukan pasien ke rumah sakit yang berbeda atau lintas rumah sakit.

"Kondisi ICU ini dinamis ya. Jadi kalau ada kosong ya langsung cepat terisi lagi karena kan pasiennya antre," katanya.

Kondisi di RSUD Kota Depok diakui Novarita memiliki kondisi yang sama, yakni penuh dan tak ada lagi sisa ruang ICU.

Tak ada tenaga kesehatan ICU

Mereka juga tak bisa mengoptimalkan kapasitas ICU di Rumah Sakit Universitas (RSUI).

Meski saat ini masih terdapat belasan peralatan ICU di RSUI, pemberian dari Kementerian Kesehatan. Namun, alat tersebut tidak ada yang mengoperasikan, karena kekurangan tenaga kesehatan yang mampu mengoperasikan ruang ICU.

"Sudah ada 30-an orang ya tapi masih kurang. Karena untuk menjalankan ruang ICU itu kan kompleks. Butuh dokter penanggungjawabnya, perawat terlatih, dan sebagainya.

"Kira-kira masih membutuhkan puluhan orang lagi untuk bisa mengaktifkan ruang ICU di RSUI," katanya.

Patuh protokol kesehatan

Jika nantinya tetap tak ada pengurangan hari libur, Novarita meminta warga Depok yang akan pergi berlibur untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
Sumber: Warta Kota
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved