Bekasi

Okupansi Hotel di Kota Bekasi Membaik, Setoran Pajaknya Semakin Mendekati Target

Sektor perhotelan di Kota Bekasi berhasil bangkit perlahan-lahan dari tekanan pandemi Covid-19, yang ditandai dengan besaran setoran pajak sektor ini

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota
Okupansi hotel di Bekasi membaik, sehingga setoran pajak mendekati target. Keterangan foto: The Garden, spot outdoor yang asyik untuk kongkow atau menggelar party luar ruang di Hotel Santika Mega City Bekasi, yang berada di area Mega Bekasi Hypermall, Kota Bekasi, Jumat (22/11/2019). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Sektor perhotelan di Kota Bekasi rupanya berhasil bangkit perlahan-lahan di masa pandemi Covid-19 ini.

Hal ini dibuktikan dari setoran pajak dari sektor ini yang tidak jauh meleset dari target.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kota Bekasi, Tedy Hafni, mengungkapkan setoran pajak hotel sudah 81,31 persen dari target.

Untuk tahun ini pihaknya menargetkan pendapatan dari sektor ini sebesar Rp 25 miliar.

"Pajak hotel yang Alhamdulillah sudah di presentasinya paling tinggi lah, 81,31 persen," kata Tedy saat ditemui di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi Selatan, Bekasi, Selasa (24/11/2020).

Apabila dikonversikan maka diperoleh nilai sebesar Rp 20,5 miliar.

PAD sektor pariwisata

Menurut Tedy, di Kota Bekasi terdapat 3 sumber pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor kepariwisataan.

Pertama adalah pajak hotel, kemudian pajak restoran, dan yang terakhir pajak tempat hiburan.

Tedy mengharapkan masih akan terjadi kenaikan pendapatan menjelang akhir tahun, sehingga semakin mendekati target yang telah ditetapkan di awal tahun.

"Ya mudah-mudahan pada akhir tahun ini okupansi hotel semakin meningkat. Mudah-mudahan nanti saat masa liburan pengusaha hotel punya penghasilan lebih," ucapnya.

Sementara itu, target penerimaan pajak dari restoran pada tahun 2020 sebesar Rp 259 miliar, dan saat ini baru terealisasi sebesar Rp 199 miliar, atau 76,92 persen saja.

Sedangkan target penerimaan PAD dari tempat hiburan sebesar Rp 42,2 miliar, dan baru terealisasi sebesar Rp 22,4 miliar, atau 53,17 persen.

Ke depannya, Tedy berharap agar PAD dari sektor restoran, yang merupakan sumber pendapatan terbesar di bidang kepariwisataan, bisa terus ditingkatkan.

"Tentunya kan paling utama pajak restoran ya. Pajak restoran targetnya lebih dari 70 persen dari semua PAD. Jadi kita berharap para pengusaha untuk lebih meningkatkan pendapatannya. Bapenda sendiri yang akan mendorong para pengusaha restoran untuk lebih optimal lagi," tandas Tedy. (Rangga Baskoro)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved