Penerimaan Pajak Kota Bekasi dari Tempat Hiburan Meleset dari Target

Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bekasi dari pajak sektor tempat hiburan tak mencapai target, akibat pandemi Covid-19.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Rangga Baskoro
Tedy Hafni, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Kota Bekasi, mengungkapkan bahwa penerimaan pajak 2020 dari sektor hiburan meleset, akibat pandemi Covid-19. 

Dari target sebesar Rp 2,29 miliar, baru terealisasi Rp 728 juta, atau sekitar 31,79 persen.

Berlanjut di posisi kedua terendah adalah perolehan pajak bioskop. Dari target penerimaan sebesar Rp 19,9 miliar, baru terealisasi Rp 6,9 miliar atau 34,92 persen.

Setelah itu, penerimaan pajak dari tempat biliar, golf, dan bowling menempati urutan ketiga realisasi pendapatan pajak terendah. Dari target sebesar Rp 83 juta, baru terealisasi Rp 32 juta atau 38 persen.

Menyusul diskotek, karaoke, dan kelab malam di tempat keempat. Dari target sebesar Rp 4,39 miliar, baru terealisasi Rp 3 miliar atau 68,41 persen.

Lalu tempat pacuan kuda, kendaraan bermotor, permainan ketangkasan berada di urutan kelima. Target sebanyak Rp 9,6 miliar, baru terealisasi sebanyak Rp 6,7 miliar.

Perolehan pajak hiburan tertinggi diraih dari panti pijat, refleksi, spa, dan pusat kebugaran, di mana dari target sebesar Rp 5,9 miliar telah terealisasi sebanyak Rp 4,9 miliar, atau sebesar 83,75 persen. (Rangga Baskoro)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved