Ibadah Umrah

Kabar Baik, Visa Umrah Diterbitkan Kembali bagi Jemaah Indonesia

Kabar baik, Pemerintah Arab Saudi menerbitkan kembali visa umrah bagi jemaah Indonesia. Namun protokol kesehatan bagi calon jemaah diperketat.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/HajMinistry
Dua jemaah umrah asal Indonesia berfoto di depan baliho untuk menyambut kedatangan para jemaah umrah di Bandara King Abdulaziz Jeddah, Minggu (1/11/2020). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Ada kabar baik bagi masyarakat yang berencana beribadah umrah dalam waktu dekat.

Menurut Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Oman Fathurahman, dalam siaran pers Kementerian Agama Republik Indonesia, Pemerintah Arab Saudi telah menerbitkan kembali visa umrah bagi warga negara Indonesia.

Dengan begitu, rombongan jemaah Indonesia bisa terbang lagi ke Tanah Suci setelah tanggal 20 November 2020.

Diperketat

Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah, memperketat penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi.

Hal ini diutarakan Oman, mengingat Pemerintah Arab Saudi sempat menghentikan pemberian visa kepada jemaah Indonesia, setelah 13 jemaah positif Covid-19 dalam pemeriksaan PCR yang dilakukan Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

“Sejak 8 November belum ada pemberangkatan lagi. Kemarin kami mendapat informasi bahwa visa umrah sudah bisa diproses kembali. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ke depan ada pemberangkatan jemaah umrah asal Indonesia,” kata Oman pada Jumat (20/11).

“Kemenag telah melakukan rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI, dan salah satu rekomendasinya adalah memperkuat koordinasi Kemenag dengan Kemenkes, BNPB, dan otoritas Saudi, untuk lebih ketat dalam menerapkan protokol kesehatan bagi calon jemaah umrah,” lanjutnya.

Pengetatan protokol kesehatan ini antara lain memvalidasi hasil pemeriksaan PCR, dan karantina sebelum keberangkatan.

“Kami akan mengawasi dan memastikan bahwa PPIU benar-benar mematuhi segala ketentuan yang ada dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) 719 Tahun 2020, tentang Pedoman Penyelenggaraan Perjalanan Ibadah Umrah Pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019. Ini harus dipahami sebagai bagian dari perlindungan pemerintah terhadap jemaah. Mudah-mudahan umrah bisa terlaksana dengan tetap menjaga kesehatan,” kata Oman tegas.

Tantangan

Indonesia diberi kehormatan oleh Arab Saudi untuk mengirim jemaah umrahnya, begitu jemaah internasional diperbolehkan kembali masuk ke Saudi pada 1 November 2020.

Tercatat 359 jemaah umrah asal Indonesia sudah berangkat ke Saudi, dalam tiga gelombang pemberangkatan, yakni pada 1, 3, dan 8 November 2020.

“Di satu sisi ini adalah kehormatan bagi Indonesia. Namun, di sisi lain, dibukanya lalu lintas pergerakan orang lintas negara dalam jumlah besar, melalui ibadah umrah, adalah tantangan yang harus diwaspadai agar tidak terjadi penyebaran Covid-19. Hal ini harus menjadi kesadaran, kewaspadaan, dan tanggungjawab bersama,” ujar Oman mengingatkan.

Bisa kena sanksi

Sebagaimana disebutkan di atas, ada 13 jemaah yang terkonfirmasi positif setelah tiba di Arab Saudi.

Sebanyak delapan jemaah berangkat pada gelombang pertama, sisanya berangkat pada gelombang kedua.

Akibatnya mereka ini tidak bisa ziarah ke Madinah, karena harus menjalani proses karantina lebih lama.

Sementara 46 jemaah yang berangkat pada gelombang ketiga, semuanya tidak terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga bisa melaksanakan ibadah umrah sekaligus berziarah ke Masjid Nabawi, Madinah.

“Kami ingin mengingatkan bahwa sesuai regulasi, PPIU bertanggungjawab penuh terhadap keselamatan dan pelayanan terhadap jemaah umrah. Kemenag akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi, sesuai tugas dan fungsinya. Kami tidak akan ragu untuk memberikan teguran atau sanksi jika ada pelanggaran, karena ini menyangkut keselamatan bersama,” tandas Oman. (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved