Ibadah Umrah

Fachrul Razi Ungkap Kemungkinan Calon Jemaah Umrah Dikarantina 3 Hari Sebelum Berangkat

Menteri Agama Fachrul Razi mengungkapkan kemungkinan calon jemaah umrah dikarantina sebelum berangkat.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/HajMinistry
Jemaah umrah asal Indonesia sedang mengisi formulir deklarasi kesehatan di Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Minggu (1/11/2020) waktu setempat. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Menteri Agama Republik Indonesia, Fachrul Razi, mengungkapkan kemungkinan calon jemaah umrah melakukan karantina 3 hari, sebelum keberangkatannya ke Tanah Suci. 

Hal ini disampaikan Fachrul Razi saat rapat kerja (raker) bersama Komisi VIII DPRI di Jakarta, Rabu (18/11).

Sebagaimana dilansir dalam siaran pers Kementerian Agama, raker itu mengagendakan evaluasi penyelenggaraan ibadah umrah pada masa pandemi Covid-19.

Untuk informasi, Indonesia telah memberangkatkan tiga kelompok terbang (kloter) jemaah umrah, yakni pada tanggal 1, 3, dan 8 November 2020.

Sebanyak 359 jemaah diberangkatkan oleh 44 Penyelenggara Perjalalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Hanya saja, ditemukan 13 kasus positif di jemaah umrah asal Indonesia, sehingga Pemerintah Arab Saudi menghentikan sementara pemberian visa umrah kepada Indonesia.

Masalah yang ditemukan

Karena itulah Kementerian Agama melakuka evaluasi, dan menghasilkan beberapa catatan.

Catatan pertama, jemaah berangkat tanpa melakukan karantina terlebih dahulu.

“Jemaah langsung berkumpul pada hari keberangkatan di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang,” kata Meteri Agama.

Catatan kedua, lanjut Menag, jemaah melakukan tes PCR mepet dengan waktu keberangkatan dan pada satu laboratorium, sehingga pada saat akan berangkat hasil pemeriksaan PCR belum keluar.

Lalu catatan ketiga adalah, jemaah dikarantina selama 3 hari di hotel Makkah, dan melakoni pemeriksaan PCR dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi.

Dari hasil tes itu, ujar Fachrul Razi, kelompok terbang tanggal 1 November 2020 terkonfirmasi positif covid sebanyak 8 orang.

Kemudian di kloter tanggal 3 November 2020 terkonfirmasi positif covid sebanyak 5 orang. Kloter tanggal 8 November 2020 tidak ada yang positif.

“Dari 13 orang yang positif, 3 di antaranya sudah kembali ke Indonesia, 7 orang malam nanti akan kembali ke Tanah Air, dan 3 masih karantina di Saudi,” katanya.

Karantina sebelum berangkat

Berdasarkan catatan tersebut dan evaluasi, lanjut Menag, Kementerian Agama melihat perlunya karantina jemaah pada saat keberangkatan, minimal 3 hari.

“Ini dilakukan guna memastikan proses tes PCR dilakukan dengan benar, tidak mepet waktunya, dan menghindari risiko adanya pemalsuan data status jemaah,” kata Fachrul Razi.

Sistem validasi dokumen

Kemudian pentingnya melakukan verifikasi dan validasi dokumen hasil PCR, yang dilakukan oleh petugas Kementerian Kesehatan RI sesuai protokol kesehatan, untuk pelaku perjalanan dari luar negeri.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved