Destinasi Wisata Surfing di Indonesia Memiliki Banyak Keunggulan Dibanding Negara Lain

Indonesia memiliki banyak destinasi wisata surfing yang lebih unggul dalam segala hal, dibanding negara lain.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/AC Pingkan
Indonesia memiliki banyak tempat yang berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata selancar ombak, alias surfing. Keterangan foto: Aksi seorang peserta kompetisi surfing internasional "Rote Open 2015" pada 7-12 November 2015. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Sebagai negara kepulauan, Indonesia sudah pasti memiliki banyak destinasi wisata selancar ombak.

Keindahan ombaknya juga tak perlu diragukan, bahkan bisa dibanggakan di skala global.

Selama ini masih banyak orang hanya menganggap Bali sebagai satu-satunya tempat bermain selancar ombak di Indonesia.

Indonesia memiliki sejumah destinasi wisata selancar ombak alias surfing. Keterangan foto: Peserta webinar
Indonesia memiliki sejumah destinasi wisata selancar ombak alias surfing. Keterangan foto: Peserta webinar "Surfing Talks: Cek Ombak Bali dan Cimaja" (istimewa)

Padahal selain Bali ada Cimaja di Sukabumi, Jawa Barat, yang juga tak kalah serunya.

Bahkan bagi warga Jabodetabek, Cimaja lebih dekat daripada Bali.

Menurut Dede Suryana, atlet selancar profesional asal Cimaja, Jawa Barat, di luar negeri itu ombak tidak selalu bagus seperti di Indonesia.

Sepanjang tahun

Misalnya di Prancis, ombaknya hanya bagus selama bulan Oktober sampai Februari. Setelah itu tidak ada ombak.

"Tapi di Indonesia ombak itu banyak banget, sepanjang tahun ombaknya ada, tinggal pilih mau ke mana,” kata Dede saat menjadi narasumber webinar bertajuk "Surfing Talks: Cek Ombak Bali dan Cimaja" di Jakarta baru-baru ini.

Dede menjelaskan, misalnya untuk destinasi selancar di Cimaja, kondisi ombaknya itu bisa untuk surfer pemula, advance, dan profesional.

"Ombaknya konsisten sepanjang tahun, dan lokasinya dekat dengan Jakarta dan Bandung. Banyak ekspatriat dari Jakarta yang liburan weekend ke sini,” kata pria yang telah memenangkan sejumlah kompetisi surfing internasional, dan sudah pernah berselancar di berbagai belahan dunia.

Hangat

Keunggulan destinasi selancar Indonesia di skala dunia juga diakui oleh Al Fathir Muchtar, pengelola homestay Cimaja Square yang sudah pernah berselancar ke berbagai negara.

“Setelah mencoba surfing di luar negeri, dengan kondisi airnya yang sangat dingin, hiunya yang besar-besar, favorit saya pribadi adalah ombak-ombak di Indonesia. Kondisi alam seperti Indonesia ini menjadi favorit surfer seluruh dunia,” ujar Fathir.

Dia menambahkan, destinasi selancar Indonesia yang sudah dia kunjungi selain Bali dan Cimaja, yaitu Sumatera, Lombok, dan Sumbawa Barat.

"Ombaknya sangat bagus, dan banyak varian ombak yang bisa dipilih untuk bermacam level. Itu adanya cuma di Indonesia,” kata Fathir lagi.

Potensi wisata

Terkait hal itu, menurut Tipi Jabrik Noventin, Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI), berbagai destinasi selancar Indonesia perlu dikembangkan dengan serius agar bisa menarik potensi pasar surfer mancanegara.

Apalagi, surfing sebagai sebuah olahraga selalu berkembang. Jumlah peserta kompetisi surfing terus bertambah 40 persen setiap tahun.

"Tidak ada olahraga rekreasi lain yang bertambah secepat ini. Jadi, di dunia ini ada sekitar 366 juta orang yang interested  (tertarik) dengan olahraga surfing," kata Tipi.

Dia menambahkan, tahun 2019 saja wisatawan yang datang ke destinasi surfing di Krui, Lampung, ada 41.000 orang.

Jadi bisa dibayangkan potensi surfing itu aktual mendongrak kedatangan jumlah wisatawan mancanegara.

"Dari Sabang sampai Merauke kita punya semua potensi destinasi selancar, untuk meraih porsi dari kunjungan wisatawan mancanegara," ujar Tipi.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved