Wisata Sepeda

Ring of Merapi 1: Menemukan Kearifan dan Kebersahajaan

Vary Situmorang menyusuri lereng Gunung Merapi, dan menemukan kearifan masyarakat di sekitar gunung tersebut

Istimewa/Vary Situmorang
Tampak Gunung Merapi di kejauhan. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Kegiatan wisata itu banyak bentuknya, dan belakangan ini yang sedang naik daun adalah wisata sepeda.

Ada yang pergi dengan rombongan komunitas sepeda, dan tak sedikit yang melakukannya secara solo, alias seorang diri.

Vary Situmorang, dedengkot komunitas South City Loop, kali ini melakoninya seorang diri, saat dia menyusuri rute Ring of Merapi.

Dia membagi perjalanannya ini untuk pembaca Warta Kota.

Libur cuti bersama selama dua hari di akhir bulan Oktober ini menjadi momen yang tepat untuk berpergian ke Yogyakarta, sekaligus mengunjungi mertua bersama anak-anak.

Tentunya sayang jika liburan ini dilewatkan tanpa bersepeda. Maka saya berencana mengambil waktu sejenak, untuk bersepeda menikmati keindahan alam khas Yogyakarta.

Sepeda lipat saya pun turut serta di bagasi mobil menuju Yogyakarta.

Ibu-ibu yang berjalan berinringin menuju sawah.
Ibu-ibu yang berjalan berinringin menuju sawah. (Istimewa/Vary Situmorang)

Setelah menghabiskan waktu sehari bersama keluarga, maka pada hari Jumat sekitar pukul lima pagi saya memulai perjalanan menuju rute Ring of Merapi. Rute ini menjadi dambaan saya sejak beberapa bulan terakhir.

Pagi itu cuaca terlihat cerah, udara sejuk pagi menyapa ramah, dan terang mulai mengintip dari sela-sela pepohonan di sepanjang jalan Desa Sedan, tempat saya menginap.

Jalan-jalan pedesaan di daerah Sleman ini terawat baik dengan sisi kiri dan kanan jalan yang bersih pula, sebagaimana yang saya temui hampir di seluruh wilayah Yogyakarta.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Editor: AC Pinkan Ulaan
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved