Wisata Bogor

Selain Menikmati Keteduhan Pohon Pinus, Ada Jasa Pijat juga lho di Gunung Pancar

Selain menikmati keteduhan hutan pinus dan berendam di air hangat, Anda juga bisa menikmati pijatan Pak Maad di Gunung Pancar.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Hironimus Rama
Hutan pinus menjadi atraksi utama Gunung Pancar di Babakan Madang, Kabupaten Bogor. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Mendengar nama Gunung Pancar pasti yang terbayang adalah sebuah kawasan bukit di daerah Sentul, Kabupaten Bogor, yang teduh dengan pohon-pohon pinus.

Ditambah dengan udaranya yang sejuk, serta pemadangannya yang indah, maka tak mengherankan bila Gunung Pancar sudah menjadi tujuan liburan warga Jabodetabek pada akhir pekan.

Saking populernya tempat wisata ini, tak jarang kawasan ini super-ramai dengan pengunjung, dan jalan menuju ke sana macet.

Makan-makan di bawah keteduhan pohon pinus, sambil memandang alam yang indah, membuat Gunung Pancar kebanjiran pengunjung.
Makan-makan di bawah keteduhan pohon pinus, sambil memandang alam yang indah, membuat Gunung Pancar kebanjiran pengunjung. (Warta Kota/Hironimus Rama)

Atraksi

Biasanya, wisatawan datang ke Gunung Pancar untuk berkemah, hunting foto, ataupun mengamati burung.

Tak jarang pula, ada yang datang ke Gunung Pancar melakukan foto pre-wedding, dengan latar belakang keindahan alam nan asri.

Nah, untuk puncaknya liburan ke sana, biasanya wisatawan berendam di kolam air panas, yang airnya berasal dari mata air panas alami.

Tarif berendam air panas

Untuk berendam di kolam air panas umum, pengunjung dikenakan biaya Rp 10.000 per orang.

Namun pengunjung juga bisa memilih kolam air panas pribadi, dengan harga Rp 100.000 per kolam.

Di sekitar kolam terdapat bangunan berupa saung, untuk meletakkan barang-barang bawaan pengunjung.

Jangan kaget ketika Anda sedang berendam menikmati kehangat air, tiba-tiba didatangi pedagang yang menjual bubuk belerang.

Katanya, bubuk belerang itu berfungsi untuk membersihkan badan. Ya, seperti sabun alami lah.

Pedagang yang merupakan warga setempat tersebut menjual bubuk belerang berwarna cokelat itu dengan harga Rp 10.000.

Jasa urut

Anda pikir hanya itu yang ditawarkan pedagang di sana? Jangan heran bila usai berendam Anda mendengar suara halus yang menawarkan jasa pijat.

Rupanya ada tukang pijat keliling, yang menawarkan jasanya dari satu saung ke saung lainnya.

Tukang pijat itu ialah Pak Maad, yang sudah sering memijat pengunjung wisata air panas Gunung Pancar sejak 12 tahun lalu.

"Saya sudah lama berprofesi sebagai tukang pijat di sini. Pokoknya saya jadi tukang pijat sejak tahun 2008," ujarnya.

Tak hanya itu, menurut Pak Maad, sebelum dirinya menjadi tukang pijat di kawasan wisata Gunung Pancar, dia menarik ojek.

Sumber: Tribun Bogor
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved