Wisata Bekasi

Gedung Juang 45 Tambun Semakin Cantik

Gedung Juang 45 Tambun akan menjadi museum yang menampilkan sejarah Bekasi, dengan penataan modern.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Dokumentasi Disbudpora Kabupaten Bekasi
Kompleks Gedung Juang 45 Tambun dilihat secara pandangan burung (bird eye view). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Gedung Juang 45 di Tambun kini tampak cantik sekali, setelah didandani dengan serius oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi.

Yang paling terlihat jelas adalah dindingnya kini putih cemerlang, meskipun tiang perancah masih terpasang.

Maklum, sebelumnya dinding gedung tua itu kusam akibat dimakan usia, serta jamur dan lumut yang entah sejak kapan tumbuh di sana.

Salah satu selasar di Gedung Juang 45 Tambun kini ditutup kaca agar terlindung dari cuaca.
Salah satu selasar di Gedung Juang 45 Tambun kini ditutup kaca agar terlindung dari cuaca. (Dokumentasi Disbudpora Kabupaten Bekasi)

Meskipun gedung peninggalan Pemerintahan Hindia Belanda itu sudah ciamik, namun Pemerintah Kabupaten Bekasi belum selesai merevitalisasi bangunan di Jalan Sultan Hasanudin, Desa Setia Darma, Kecamatan Tambun Selatan tersebut.

Direncanakan revitalisasi Gedung Juang 45 Tambun itu rampung pada akhir tahun 2020.

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Bekasi, Rahmat Atong, menjelaskan revitalisasi Gedung Juang 45 Tambun ini murni menggunakan dana APBD 2020 sebesar Rp 36,9 miliar, dan tambahan di APBD Perubahan sebesar Rp 3 miliar lebih.

Objek wisata sejarah

Nantinya, bangunan bersejarah ini akan menjadi destinasi wisata sejarah, sekaligus cagar budaya.

Ke depannya di sana akan dibangun gedung perpustakaan digital dan arsip.

"Revitalisasi Gedung Juang 45 bukan berarti pihak Pemkab akan membongkar gedung, namun memperbarui bangunan gedung beserta fasilitasnya, yang kemarin terkesan kurang terawat. Proses revitalisasi ini tidak menghilangkan ciri dan bentuk khas bangunan, karena masuk dalam benda cagar budaya," kata Rahmat, di Cikarang pada Senin (2/11/2020).

Rahmat menyatakan Gedung Juang 45 Tambun bakal dijadikan sebagai museum sejarah Bekasi.

Konsepnya juga dibuat secara digital, modern, dan milenial, sehingga anak muda tertarik mempelajari sejarah Bekasi.

Ruangan pertama Gedung Juang 45 Tambun, yang nantinya akan menjadi lobi museum.
Ruangan pertama Gedung Juang 45 Tambun, yang nantinya akan menjadi lobi museum. (Dokumentasi Disbudpora Kabupaten Bekasi)

Taman yang indah

"Di halaman luar dibangun plaza, panggung, dan taman, yang mungkin bakal dikagumi masyarakat karena belum ada di Bekasi. Dan untuk Gedung Juangnya ada museum, kontennya juga modern dan memang sudah milenial," kata Rahmat.

Bahkan konsep Gedung Juang 45 Tambun itu bakal menjadi museum digital, semua konten sejarahnya dijelaskan serta digambarkan secara digital.

Dari luar negeri

"Dan mungkin di Indonesia belum ada. Kita ambil dari luar negeri semua konten museum digitalnya. Selain juga direncanakan ada museum berisi benda-benda bersejarah," imbuhnya.

Rahmat kembali menegaskan, revitalisasi bukan berarti mengubah bentuk, melainkan justru untuk bisa mempertahankan nilai-nilai sejarah, dan upaya mempercantik cagar budaya tersebut.

"Karena gedung ini memiliki nilai sejarah, kami akan jadikan sebagai wisata sejarah. Jadi kami akan buat Gedung Juang sebagai Museum Perjuangan Rakyat Bekasi," katanya.

Halaman Gedung uang 45 Tambun kini dilengkapi taman, kolam, dan plaza yang bisa digunakan untuk aneka kegiatan.
Halaman Gedung uang 45 Tambun kini dilengkapi taman, kolam, dan plaza yang bisa digunakan untuk aneka kegiatan. (Dokumentasi Disbudpora Kabupaten Bekasi)

Perjuangan rakyat Bekasi

Revitalisasi Gedung Juang juga mempresentasikan perjuangan rakyat Indonesia di Bekasi, khususnya Kabupaten Bekasi, dalam perang kemerdekaan.

Menurut sejarahnya, Gedung Juang ini dulunya milik tuan tanah, kemudian menjadi markas komando perlawanan terhadap penjajah, serta syiar dakwah kebangsaan.

"Diharapkan dilakukannya revitalisasi atau penataan ini, bangunan bersejarah ini dapat mengenalkan warga Kabupaten Bekasi akan sejarahnya. Kemudian juga jadi daya tarik wisata sehingga warga Bekasi maupun luar Bekasi datang," tandas Rahmat. (Muhammad Azzam)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved