Ibadah Umrah

Jemaah Umrah Indonesia Wajib Karantina 3 Hari Sepulangnya dari Tanah Suci

Jemaah umrah Indonesia harus menjalani karantina 3 hari, sepulangnya dari Arab Saudi. Karantina dilakukan di Asrama Haji Pondokgede.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Twitter/ReasahAlharmain
Kipas angin yang juga menyemburkan air untuk menyejukkan udara di Masjidil Haram. 

WARTA KOTA TRAVEL -- Jemaah umrah Indonesia yang kembali dari Arab Saudi harus menjalani karantina selama 3 hari, begitu tiba di Tanah Air.

Hal ini disampaikan Kepala Bidang Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Tabrani, saat ditemui di Cengkareng, Jakarta Barat pada Sabtu (31/10/2020).

“Kami dari Kementerian Agama mempersiapkan Asrama Haji Pondokgede untuk tempat karantina selama tiga hari,” ujar Tabrani.

Kepala Bidang Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Tabrani, pada Sabtu (31/10/2020).
Kepala Bidang Haji dan Umroh Kantor Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Tabrani, pada Sabtu (31/10/2020). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Apabila ternyata ada jemaah yang dinyatakan tidak sehat, atau positif terpapar Covid-19, maka yang bersangkutan wajib menjalani isolasi di Asrama Haji Pondokgede selama 14 hari.

Syarat ketat dari Arab Saudi

Untuk diketahui, Pemerintah Arab Saudi kembali buka ibadah umrah bagi jemaah internasional mulai 1 November 2020.

Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi memberlakukan protokol ibadah umrah yang baru, demi mencegah penyebaran Covid-19.

Bahkan protokol baru bagi jemaah internasional lebih ketat, sebab mensyaratkan karantina 3 hari setekah jemaah tiba di Arab Saudi.

Untuk jemaah umrah Indonesia, kata Tabrani, yang akan berangkat wajib mematuhi protokol kesehatan itu.

“Kita akan melakukan pelaksanaan umrah ini sesuai dengan protokol kesehatan,” kata Tabrani.

Jamaah yang berangkat ke Arab Saudi wajib melakukan pemeriksaan rapid maupun PCR (polymerase chain reaction).

“Setelah diperiksa dan dinyatakan sehat, maka jamaah itu baru diizinkan untuk melaksanakan umroh dan syaih hanya satu kali dalam satu hari itu selama 3 jam,” kata Tabrani.

Setelah jamaah selesai melaksanakan umrah dan syaih, tidak lama berselang maka pulang ke Tanah Air.

Setibanya di Indonesia, jemaah kembali melakukan karantina selama tiga hari.

Terapkan protokol baru

Direktur Utama PT Jannah Firdaus, Bambang Cahyadi, menambahkan bahwa pihaknya selaku agen perjalanan umrah dan haji juga menerapkan protokol kesehatan terhadap para jemaah, sesuai aturan yang ditetapkan di Indonesia dan Arab Saudi.

“Misal umur minimal itu 20 tahun maksimal 50 tahun. Jadi jamaah yang mendaftar di bawah 20 tahun kami tidak terima, karena secara aturannya enggak boleh,” kata Bambang.

Direktur Utama PT Jannah Firdaus, Bambang Cahyadi, Sabtu (31/10/2020).
Direktur Utama PT Jannah Firdaus, Bambang Cahyadi, Sabtu (31/10/2020). (Warta Kota/Junianto Hamonangan)

Selain itu para jamaah tersebut wajib untuk menyertakan hasil swab tes agar bisa mendapatkan visa.

“Kemudian untuk pendaftaran, syarat ada PCR per tiga hari sebelum keberangkatan dan harus negatif,” sambung Bambang.

Nantinya, pelaksanaan ibadah umrah di Tanah Suci juga minimal 50 jamaah untuk satu grup.

Mereka dibagi dalam tiga bus, dimana dua bus berisi 20 orang dan satu bus diisi 10 orang.

“Sampai di hotel pun yang biasa sekamar bisa 3-5, sekarang maksimal 2 orang dengan jarak tertentu. Setelah di sana juga karantina tiga hari dan enggak boleh keluar kamar,” kata Bambang.

Adapun Jannah Firdaus akan memberangkatkan 150 jamaah pada 22 November 2020 mendatang, dengan berbagai pertimbangan perubahan aturan yang mungkin saja terjadi di kemudian hari.

Menurut Bambang, protokol baru yang diterapkan Pemerintah Arab Saudi dan Pemerintah Indonesia ini menyebabkan biaya berumrah naik.

Pihaknya menetapkan harga Rp 25-30 juta untuk biaya ibadah umrah di masa pandemi ini. (Junianto Hamonangan)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved