Ibadah Umrah

Hanya 44 Persen Calon Jemaah Umrah yang Gagal Berangkat Memenuhi Syarat Usia dari Pemerintah Saudi

Pemerintah Indonesia akan memberangkatkan jemaah umrah yang batal berangkat pada Februari lalu. Hanya 26.308 calon jemaah yang memenuhi syarat usia.

Editor: AC Pinkan Ulaan
Warta Kota/Andika Panduwinata
Jamaah umrah yang gagal berangkat di Terminal 3 Bandara Indonesia Soekarno Hatta, Kamis (27/2). 

WARTA KOTA TRAVEL -- Ketika Pemerintah Arab Saudi menyetop ibadah umrah pada Februari 2020, ribuan calon jemaah umrah Indonesia merasa sedih.

Pasalnya keberangkatan mereka harus tertunda untuk waktu yang tak bisa ditentukan.

Apalagi ada jemaah yang sudah dalam penerbangan ke Saudi, dan langsung kembali ke Indonesia begitu tiba di Jeddah, Aran Saudi.

Namun kini Pemerintah Arab Saudi mulai menerima kedatangan jemaah umrah dari luar negaranya, mulai 1 November 2020.

Tentunya kabar ini memunculkan harapan bagi para calon jemaah yang batal berangkat 7 bulan lalu.

Syarat usia

Hanya saja, salah satu persyaratan yang ditetapkan oleh Pemerintah Arab Saudi adalah usia calon jemaah adalah 18 sampai 50 tahun.

Sebagaimana dilansir siaran pers Kementerian Agama, menurut Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim, total ada 59.757 jemaah umrah Indonesia yang sudah mendapatkan nomor registrasi, namun terdampak oleh kebijakan Saudi karena pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Mereka sudah mendaftar di Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), dan namanya sudah berada di dalam Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (Siskopatuh).

Dari jumlah itu, sebanyak 2.601 (4 persen) berusia di bawah 18 tahun, dan 30.828 (52 persen) jemaah berusia di atas 50 tahun.

“Ada 26.328 jemaah, atau 44 persen dari mereka yang sudah mendapat nomor registrasi, berusia 18 sampai 50 tahun. Mereka masuk dalam kriteria yang dipersyaratkan Saudi untuk berangkat umrah di masa pandemi ini,” kata Arfi di Jakarta, Kamis (29/10).

Untuk jemaah yang memenuhi kriteria usia tersebut, kata Arfi, sebanyak 21.418 orang sudah mendapatkan nomor porsi. Mereka adalah Jemaah yang sudah melakukan pembayaran.
“Dari 21.418 jemaah, sebanyak 9.509 orang bahkan sudah lunas, sudah mendapat visa dan tiket keberangkatan, saat terbitnya kebijakan penutupan oleh Saudi pada 27 Februari 2020,” lanjutnya.

Arfi mengatakan, jemaah yang tertunda keberangkatan dan memenuhi kriteria persyaratan akan diutamakan untuk berangkat, bila Saudi memberi izin kepada Indonesia.

Keputusan Menteri

Selain usia, ada sejumlah persyaratan lainnya yang juga harus dipenuhi, termasuk di antaranya adalah penerapan protokol kesehatan dan lainnya.

“Kami tengah memfinalkan rancangan Keputusan Menteri Agama atau KMA, tentang Penyelenggaraan Umrah di Masa Pandemi. Di situ mengatur juga persyaratan jemaah umrah. Tentu kami memperhatikan ketentuan Arab Saudi, termasuk juga ketentuan yang ditetapkan Kemenkes, Kemenkum HAM, Kemenhub, dan Satgas Covid-19 RI,” katanya.

"Bagi jemaah yang sudah mendaftar namun belum memenuhi syarat keberangkatan, dimohon bersabar, menunda keberangkatannya hingga pandemi berakhir," tandas Arfi Hatim.

Sementara itu, sebagaimana dilansir laman Okaz, media massa terbitan Jeddah, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi menyatakan masa tinggal jemaah internasional maksimal selama 10 hari.

Durasi itu sudah termasuk masa karantina 3 hari, saat tiba di Arab Saudi (*)

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved